Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk. Tampilkan semua postingan

BNI Menggandeng Klub Chelsea

94829380968901826662.jpgChelsea sebuah klub sepak bola yang sudah tak asing lagi di dunia persepakbolaan digandeng oleh BNI dalam rangka penerbitan 200 ribu kartu cobranding dengan Chelsea Football Club (CFC) tahun ini. BNI menyiapkan program-program menarik yang memungkinkan untuk membangun minat calon pemilik baru kartu-kartu BNI berlogo khusus simbol-simbol Chelsea, baik dengan program BNI-Chelsea Payment Card Reward Goest to Stamford Bridge maupun program memboyong tim CFC ke Indonesia pada Juli 2013. 

Selain itu, ada kesempatan.... "Masih ada kesempatan untuk menjadi pengguna kartu BNI-Chelsea yang beruntung akan dibawa ke London untuk menyaksikan secara langsung pertandingan Chelsea pada tahun depan. Karena setidaknya kami masih menyelenggarakan program BNI-Chelsea Payment Card Reward Goest to Stamford Bridge ini hingga tiga tahun ke depan," kata Direktur Konsumer & Ritel BNI Darmadi Sutanto melalui rilis dari London, Inggris, Ahad, 14 April 2013. Darmadi di London mengajak 10 nasabah yang beruntung menyaksikan pertandingan babak Semi Final Piala FA di Stadion Wembley, antara CFC dan Manchester City. 

Bagi BNI, apresiasi maksimal pada para nasabah setia ini sangat layak diberikan karena dari target penerbitan kartu co branding BNI-Chelsea sebanyak 25.000 dalam setahun atau hingga Agustus 2013, ternyata sampai akhir Februari 2013 sudah mencapai 105.571 buah. Kerja sama antara BNI dan Chelsea ini diawali penandatanganan MoU antara Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo dengan pihak Chelsea pada Maret 2012. MoU ini ditindaklanjuti dengan peluncuran kartu-kartu co branding BNI-Chelsea pada Agustus 2012. 

Kartu co branding BNI-Chelsea diterbitkan secara lengkap yang terdiri atas kartu kredit, kartu debit, dan kartu prabayar, baik kartu debit edisi khusus dan reguler, kartu kredit edisi khusus dan reguler, ada juga kartu BNI-Chelsea untuk anak. Sejak peluncuran tersebut, minat masyarakat untuk memiliki kartu-kartu co branding BNI-Chelsea ini sangat besar. Ini terlihat dari pertumbuhan jumlah kartu yang diterbitkan setiap bulannya sejak Agustus 2012 hingga Februari 2013. 

Pertumbuhan tertinggi jumlah pemilik kartu kredit co branding BNI-Chelsea ini terjadi pada November 2012, yakni dari 3.577 pemilik kartu pada bulan November menjadi 12.969 pemilik pada Desember 2012, sehingga tumbuh 263 persen. itupun terus tumbuh menjadi 18.609 pada bulan Januari 2013 dan mencapai 24.501 kartu pada Begitu juga dengan kartu debit co branding BNI-Chelsea. Pertumbuhan jumlah kartu yang diterbitkan terjadi pada Januari 2013, yaitu naik dari 47.753 unit menjadi 81.520 atau tumbuh 71 persen. Jenis kartu debit yang paling banyak dimiliki adalah Kartu Debit Taplus Reguler yang telah mencapai 43.703 pemilik pada akhir Februari 2013 atau sekitar 53,61 persen dari total kartu co branding BNI-Chelsea yang diterbitkan. 

Statistik juga menunjukkan bahwa kepemilikan kartu-kartu co branding BNI-Chelsea ini bersifat aktif dilihat dari transaksi yang banyak dilakukan oleh para pemiliknya. Untuk kartu kredit co branding BNI-Chelsea, rata-rata nilai belanja setiap kartunya sebesar Rp 3,1 juta. Adapun untuk kartu debit co branding BNI-Chelsea, rata-rata nilai uang yang dibelanjakan sebesar Rp 808.679 setiap kartunya. 

Ayo siapa menyusul siapa ingin nonton Semi Final Piala FA di Stadion Wembley, antara CFC dan Manchester City, gratis. Miliki kartunya...!

Toyota Prius Gen3 Car Of The Year 2009

Merek Toyota sudah tidak asing lagi, namun tahun 2009 merupakan tahun penghargaan khususnya untuk Toyota Prius Gen3. Toyota Prius Gen3 meraih sukses besar dengan berbagai penghargaan. Pada Autobild Award 2009, generasi ketiga mobil ramah lingkungan ini memborong empat gelar sekaligus. Toyota memang telah menjadi produsen mobil hybrid terbesar di dunia. Luar biasa.


Selain sebagai Car of The Year 2009, Toyota Prius pada Autobild Award 2009, ini juga meraih Reader’s Choice, Best Hybrid Car dan Best Fuel Consumption. Pada acara yang berlangsung di Annex Building, Rabu (18/11), Toyota Astra Motor (TAM) membawa pulang enam gelar termasuk untuk Kijang Innova sebagai Best Medium MPV dan Toyota Alphard Best Luxury MPV.


"Kompetisi seperti ini sangat bagus karena memacu ATPM berlomba membuat mobil yang terbaik bagi konsumen. Kepuasan konsumen adalah titik awal sekaligus tujuan akhir kami," komentar Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan.


Predikat Car of The Year, Best Hybrid dan Best Fuel Consumption yang diraih Toyota Prius Gen 3, tambah Johnny membuktikan bahwa kualitas produk ini memang mumpuni.


Sedangkan terpilihnya Toyota Prius Gen 3 sebagai kendaraan favorit pembaca menunjukkan bahwa tingkat awareness masyarakat kepada Toyota Prius semakin tinggi.


“Ini sangat membahagiakan, mengingat Toyota Prius maupun teknologi yang diusungnya terbilang baru bagi pasar Indonesia," ujar Johnny Darmawan.


Toyota berharap apreasiasi ini dapat menggugah dan memotivasi berbagai pihak dalam mendukung sosialisasi maupun penggunaan kendaraan ramah lingkungan, khususnya yang berteknologi hybrid.


Sebelumnya, Toyota Prius Generasi 3 juga terpilih sebagai Best Car Visitor Choice di IIMS 2009. Di ajang pameran otomotif bergengsi di Indonesia itu, Prius bahkan meraih The Best Car of The Year melalui penghargaan bertajuk FORWOT Car of The Year (CoTY) 2009.


Kemenangan Prius dalam kontes pemilihan mobil terbaik versi wartawan tersebut sekaligus mengungguli 11 nominasi mobil baru lainnya di ajang IIMS 2009 .


Prestasi Prius di ajang pemilihan mobil terbaik tak berhenti sampai di situ. Di Jepang, 61 juri yang terdiri dari wartawan otomotif dan 100 perwakilan industri otomotif ikut menobatkan Prius sebagai mobil terbaik di Jepang 2009-2010.


Pengumuman Prius sebagai mobil terbaik di Jepang dilakukan bersamaan dengan berlangsungnya Tokyo Motor Show 2009 yang baru lalu.


Kemenangan Prius dalam 2009 - 2010 Japan Car of the Year tampak prestisius karena mampu mengungguli rival terdekatnya, Honda Insight, dengan selisih nilai paling tipis dalam 30 tahun sejarah penyelanggaran penghargaan ini.


Menanggapi kemenangan Prius pada Autobild Award 2009, Ketua Umum Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) Eri Haryoko, mengatakan prestasi yang diboyong mobil ramah lingkungan itu sangat pantas.


"Saya pribadi merasa bangga pada kemampuan wartawan bidang otomotif Indonesia dalam menilai mobil terbaik. Mereka tidak kalah profesional dengan wartawan asing," kata Eri.


"Buktinya, FORWOT bisa lebih dulu menobatkan Prius sebagai mobil terbaik ketimbang wartawan Jepang. Ini artinya, wartawan Indonesia tidak ikut-ikutan, tapi benar-benar paham dengan mobil yang bagus," lanjut wartawan senior ini.


Prius generasi ketiga kini menjadi model paling laris di Jepang dalam lima bulan terakhir. Bahkan sejak diluncurkan di Jepang pada Mei 2009 model ini selalu jadi yang terlaris. Di Amerika Serikat, Prius bahkan mencatat dalam 10 besar mobil yang paling banyak dicari konsumen.


Beberapa penghargaan lain yang pernah diterima Prius adalah Japan Car of the Year 1997, Nort American car of the Year 2004, European Car of the Year 2005 dan lainnya.




Pengertian Augmented Product

Dengan menyampaikan waktu tempuh yang lebih lama, pramugari tersebut sebenarnya ingin mengatur ekspektasi dari para penumpang. Kalau Anda diinformasikan bahwa waktu tempuh adalah dua jam, sementara dalam waktu satu jam lima puluh menit sudah sampai, Anda pastilah merasa puas. Tapi bayangkan jika Anda ternyata baru dua setengah jam sampai, sudah pasti Anda merasa tidak puas.

Marketer yang baik akan selalu memperhatikan ekspektasi (harapan) pelanggan. Ketika handphone baru muncul, konsumen cukup puas dengan adanya fitur SMS. Adanya SMS menggantikan produk pager sehingga konsumen tidak perlu membeli dua produk: handphone dan pager. Namun pada saat sekarang, konsumen sudah mengharapkan fitur lain yang seharusnya menjadi standar seperti true tone, pemutar musik, pen-download gambar dan lain-lain. Artinya, marketer harus menambah fitur-fitur yang diharapkan oleh pelanggan.

Sebenarnya dalam dunia pemasaran ada tingkatan yang lebih tinggi dari sekadar expected product yakni augmented product. Setiap produk yang telah memasuki tahap augmented product cenderung sudah melebihi apa yang diharapkan. Pada fase ini setiap produk diibaratkan sudah ditambahkan "bumbu-bumbu" atau "toping-toping" yang diluar harapan pelanggan. Setiap orang yang datang ke hotel mengharapkan di setiap kamar ada televisi, shower air panas dan bathtube. Namun ada tambahan-tambahan lain yang tidak diharapkan namun menyenangkan buat konsumen. Misalnya saja, tersedia video game di kamar atau layanan mini bar di kamar Anda ternyata gratis.

Tentu saja, augmented product lama kelamaan akan menjadi expected product . Dahulu tambahan fitur kamera masih menjadi optional, tapi kini sudah menjadi kewajiban di beberapa tipe handphone. Oleh karena itu, tantangan marketer adalah bagaimana menciptakan augmented product yang terus-menerus. Artinya kita harus terus menggali value-value baru apa menarik buat konsumen.

Harapan pelanggan memang harus dicari terlebih dahulu. Kalau produk Anda ternyata tidak bisa memenuhi harapan konsumen, jangan harap produk Anda akan diterima oleh konsumen. Kalau produk Anda sudah memenuhi harapan konsumen, itu berarti produk Anda sudah diterima oleh konsumen. Tantangannya cuma, berapa harga yang pantas untuk dibeli. Namun kalau produk Anda sudah melebihi harapan pelanggan, itu artinya konsumen sudah rela membayar lebih untuk produk Anda.

Jadi pertanyaannya, apakah Anda ingin bersaing dengan tingkatan harapan yang standar diinginkan oleh konsumen atau melebihi harapan? Kalau Anda menempuh opsi pertama, itu artinya Anda harus siap memasuki pertarungan harga. Tapi kalau Anda memilih opsi kedua, itu artinya Anda bisa menjual produk dengan harga yang di atas harga rata-rata.

Tantangannya tentu saja, mencari apa yang belum diharapkan pelanggan saat ini. Mencari tahu harapan pelanggan relatif lebih mudah. Namun mencari apa yang melebihi harapan pelanggan seringkali tidak mudah. Konsumen harus memiliki daya imajinasi yang kuat untuk menggambarkan apa yang melebihi harapannya. Kalau disurvei apa yang menjadi harapan konsumen terhadap sebuah jam, semuanya akan menjawab hal-hal yang memang sudah ada sekarang seperti tahan air, ada navigasi, tahan lama, dan lain-lain. Namun mungkin tidak ada konsumen yang mengharapkan jamnya dilengkapi dengan alat komunikasi handphone. Siapa konsumen yang punya daya imajinasi ke sana? Mungkin para pembaca dan penonton film Star Trek atau Star Wars yang punya pikiran kesana.

Tantangan kedua adalah besarnya biaya untuk menciptakan augmented product. Setiap tambahan value pasti akan menciptakan cost baru. Semakin banyak value yang di-deliver, semakin banyak cost yang harus dikeluarkan. Tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap harga jual. Keberanian Anda akan dilihat dari besarnya harga yang berani Anda tetapkan.

Tantangan lain adalah peniruan dari para pesaing. Cape-cape Anda membuat produk yang bersifat augmented, dalam waktu singkat apa yang Anda lakukan sudah ditiru oleh pesaing. Bahkan mereka mungkin membuat produk yang sudah lebih baik dari Anda. Marketer zaman sekarang memang hidup di era para follower. Mereka dengan cepat mengadopsi apa yang sudah dilakukan orang lain dan hal ini bisa merugikan Anda.

Makanya, apapun produk Anda, biasakan diri Anda untuk melakukan observasi (pengamatan). Observasi membantu Anda untuk terus menggali apa yang kira-kira melebihi ekspektasi pelanggan pada masa sekarang. Jalan-jalan ke pasar, kalau perlu jalan-jalan ke luar negeri, mengamati pesaing, memperhatikan perilaku konsumen ketika mengkonsumsi produk Anda, adalah beberapa contoh observasi. Semuanya ini bisa memberikan inspirasi baru bagi Anda.

Kedua, biasakan untuk membuat value innovation, yakni berinovasi dalam hal value yang ditawarkan. Jika Ada belum bisa melakukan inovasi dalam hal produk, berinovasi dululah dalam hal value. Tentu saja, value added yang Anda tawarkan harus lebih baik dan berbeda dengan kompetitor.


Oleh : PJ. Rahmat Susanta
Source : detikpublishing.com

Pengertian Franchise dan Franchise di Indonesia

Franchising (pewaralabaan) pada hakekatnya adalah sebuah konsep pemasaran dalam rangka memperluas jaringan usaha secara cepat. Dengan demikian, franchising bukanlah sebuah alternatif melainkan salah satu cara yang sama kuatnya, sama strategsinya dengan cara konvensional dalam mengembangkan usaha. Bahklan sistem franchise dianggap memiliki banyak kelebihan terutama menyangkut pendanaan, SDM dan managemen, keculai kerelaan pemilik merek untuk berbagi dengan pihak lain. Franchising juga dikenal sebagai jalur distribusi yang sangat efektif untuk mendekatkan produk kepada konsumennya melalui tangan-tangan franchisee.

Di Indonesia franchise dikenal sejak era 70an ketika masuknya Shakey Pisa, KFC, Swensen dan Burger King. Perkembangannya terlihat sangat pesat dimulai sekitar 1995. Data Deperindag pada 1997 mencatat sekitar 259 perusahaan penerima waralaba di Indonesia. Setelah itu, usaha franchise mengalami kemerosotan karena terjadi krisis moneter. Para penerima waralaba asing terpaksa menutup usahanya karena nilai rupiah yang terperosok sangat dalam. Hingga 2000, franchise asing masih menunggu untuk masuk ke Indonesia. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi dan politik yang belum stabili ditandai dengan perseteruan para elit politik. Barulah pada 2003, usaha franchise di tanah air mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Franchise pertama kali dimulai di Amerika oleh Singer Sewing Machine Company, produsen mesin jahit Singer pada 1851. Pola itu kemudian diikuti oleh perusahaan otomotif General Motor Industry yang melakukan penjualan kendaraan bermotor dengan menunjuk distributor franchise pada tahun 1898. Selanjutnya, diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan soft drink di Amerika sebagai saluran distribusi di AS dan negara-negara lain. Sedangkan di Inggris waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg pada dekade 60an.


Definisi:
Masing-masing negara memiliki definisi sendiri tentang waralaba. Amerika melalui International Franchise Association (IFA) mendefinisikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchise, dimana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara kontinyu pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor), dimana franchisee menamankan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.
Sedangkan menurut British Franchise Association sebagai garansi lisensi kontraktual oleh satu orang (franchisor) ke pihak lain (franchisee) dengan:
  • Mengijinkan atau meminta franchisee menjalankan usaha dalam periode tertentu pada bisnis yang menggunakan merek yang dimiliki oleh franchisor.
  • Mengharuskan franchisor untuk melatih kontrol secara kontinyu selama periode perjanjian.
  • Mengharuskan franchisor untuk menyediakan asistensi terhadap franchisee pada subjek bisnis yang dijalankan—di dalam hubungan terhadap organisasi usaha franchisee seperti training terhadap staf, merchandising, manajemen atau yang lainnya.
  • Meminta kepada franchise secara periodik selama masa kerjasama waralaba untuk membayarkan sejumlah fee franchisee atau royalti untuk produk atau service yang disediakan oleh franchisor kepada franchisee.

Sejumlah pakar juga ikut memberikan definisi terhadap waralaba. Campbell Black dalam bukunya Black’’s Law Dict menjelaskan franchise sebagai sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengijinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

David J.Kaufmann memberi definisi franchising sebagai sebuah sistem pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan dibawah asistensi franchisor.

Sedangkan menurut Reitzel, Lyden, Roberts & Severance, franchise definisikan sebagai sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor) seperti merek yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Selain definisi menurut kacamata asing, di Indonesia juga berkembang definisi franchise. Salah satunya seperti yang diberikan oleh LPPM (Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen), yang mengadopsi dari terjemahan kata franchise. IPPM mengartikannya sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan kata tersebut yang berasal dari wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti keuntungan.

Sementara itu, menurut PP No.16/1997 waralaba diartikan sebagai perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan pihak lain tersebut, dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan atau jasa. Definisi inilah yang berlaku baku secara yuridis formal di Indonesia.


Mobile-8 Melindungi Konsumen Dengan Asuransi Ponsel

Mobile-8 membuat terobosan yang luar biasa. Hingga saat ini, total pelanggan Mobile-8 mencapai 3,4 juta pelanggan. Dari jumlah itu, Mobile-8 menargetkan 5 hingga 10 persen-nya bisa mengikuti program asuransi ponsel. Hal itu diungkapkan Group Head Product Marketing, Sukaca Purwokardjono, saat penandatanganan kerjasama dengan Jardine LLoyd Thompson, pialang asuransi yang mendukung program perlindungan asuransi Mobile-8 dengan PT ACA.

Sukaca mengatakan, pelanggan cukup membayar premi sebesar Rp. 30.000 untuk masa perlindungan selama setahun. Asuransi ini meng-cover kerusakan dan kehilangan yang terjadi pada semua jenis ponsel yang dibundling dengan Mobile-8. Nilai tanggungannya mencapai maksimal Rp. 3.500.000.

Caranya, “Pengguna cukup datang ke Mobile-8 Center untuk melakukan registrasi. Ke depannya, kami akan mengembangkan pendaftaran via SMS,” ujar Sukaca di Mercantile Athletic Club Jakarta (29/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya kerjasama ini sudah dilakukan sejak Indonesian Cellular Show 2009 beberapa waktu lalu di Jakarta. Namun Mobile-8 baru bisa meresmikannya saat ini.

Sementara itu Chartered Insurer Director PT ACA, Gunawan Hadidjojo mengatakan, ke depannya asuransi ponsel seperti ini akan semakin banyak seiring dengan kesadaran masyarakat Indonesia akan asuransi yang semakin tinggi.

Hal ini berbeda dengan kondisi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dimana kesadaran seperti itu masih sangat rendah. Justru saat ini, seharusnya pengguna-pengguna ponsel dari kalangan bawah harus mendapatkan proteksi. “Ke depan, kami juga akan mengasuransikan Mobi yang saat ini telah terjual hingga 15.000 unit,” papar Sukaca.

Mobile-8 menargetkan, sampai akhir 2009 akan menjual 150.000 unit Mobi. ARPU Mobi sebesar Rp. 60.000. Sedangkan ARPU Mobile-8 untuk voice mencapai Rp. 30.000. Mobile-8 sebelumnya juga telah menonaktifkan 200.000 pelanggannya yang sudah tidak aktif karena nomor-nomor tersebut dianggap hanya menjadi beban yang memenuhi jaringan mereka.


Sumber : biskom.web.id

Flasdisk "The Corsair Flash Voyager" 32GB di Alnect Komputer

USB Flash Drive ini milik Corsair ini memang luar biasa. Tatkala penyimpan portabel yang ada sekarang umumnya hanya mempunyai fungsi penyimpanan saja, tetapi flashdisk The Corsair Flash Voyager mempunyai keunggulan lainnya.

The Corsair Flash Voyager adalah flashdisk dengan bahan rubber (karet sintetis) yang tahan terhadap benturan dan tahan terhadap air. Multifungsi untuk menyimpan dokumen mobile Anda, transfer file-file MP3, gambar digital, bahan-bahan presentasi dan lain-lain. Flash Voyager berfungsi secara Plug and Play untuk semua sistem operasi (tanpa tambahan driver).

Pengguna juga mendapatkan keuntungan dari kecepatan transfernya yang cepat yaitu write speed 10.3 MB/Second dan read speed 24.4 MB/Second.

Sangat ideal untuk pengguna netbook yang ingin mengatasi limitasi kapasitas dari netbooknya dan juga dapat digunakan oleh pengguna bisnis yang bekerja dengan database yang sangat besar, atau bahkan untuk designer yang membutuhkan transfer file-file yang sangat besar ke dalam satu tempat.

Secara fisik, The Corsair Flash Voyager tampil dengan desain yang unik dan tangguh sehingga dapat melindungi konektor USB ketika tidak digunakan.

Flashdisk ini bisa anda dapat dengan mudah di Alnect Komputer. Sebuah toko komputer yang lengkap, secara online akan memudahkan anda untuk mendapatkan segala macam jenis dan merk komputer beserta pendukungnya. Dengan Rp 799.000,- Anda sudah mendapatkan Flashdisk makyuss ini. Untuk lengkapnya klik disini.

Namun beberapa produk di Alnect Komputer, bisa Anda dapatkan gratis sebagai hadiah Blog Contest yang diselenggarakannya. Daftar disini atau klik Tiket Blog Contest di sebelah kanan untuk mendaftar jadi salah satu persertanya.

Hadiah yang disediakan oleh Alnect Komputer :
• 1 Unit Notebook Acer Aspire
• 1 Unit Netbook Advan A1N70T
• 1 Unit Camera Digital Shitel DB702C
• 5 Unit Modem HSDPA Prolink PHS100
• 10 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 8GB
• 100 Unit USB Flash Disk Kingston DT-G2 Kapasitas 4GB


Semoga bermanfaat...


Mengkategorikan Produk Atau Jasa

Pada kenyataanya, suatu penawaran dapat bervariasi dari dua kutub ekstrim yaitu; murni berupa barang dan jasa murni. Berdasarkan kriteria ini, maka penawaran suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi lima kategori, yaitu:

1. Produk fisik murni
Penawaran semata-mata hanya terdiri atas produk fisik, misalnya sabun mandi, pasta gigi, atau sabun cuci, tanpa ada jasa atau pelayanan yang menyertai produk tersebut.

2. Produk fisik dengan jasa pendukung
Pada kategori ini penawaran terdiri atas suatu produk fisik yang disertai dengan satu atau beberapa jasa untuk meningkatkan daya tarik pada konsumennya. Misalnya produsen mobil harus memberikan penawaran yang jauh lebih banyak daripada hanya sekedar mobil saja, yaitu bias meliputi jasa penghantaran, reparasi, pemasangan dan lain sebagainya.

3. Hybrid
Penawaran terdiri dari barang dan jasa yang sama besar porsinya.

4. Jasa utama yang didukung dengan barang dan jasa minor
Penawaran terdiri atas jasa pokok bersama-sama dengan jasa tambahan (pelengkap) dan / atau barang-barang pendukung. Misalnya penumpang pesawat yang membeli jasa transportasi selama dalam perjalanannya, ada beberapa unsure produk fisik yang terlibat seperti makanan dan minuman, majalah dan lain-lain.
Jasa yang seperti ini memerlukan barang yang bersifat kapital intensif untuk realisasinya, tetapi penawaran utamanya adalah jasa.

5. Jasa murni
Penawaran hampir seluruhnya berupa jasa. Misalnya fisiotherapi, konsultasi psikologi, dan lain-lain.


Review Cafe Book Gigabyte M912 di Alnect komputer

Notebook atau laptop sepertinya sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Notebook mengikuti dimanapun aktivitas dilakukan, apalagi kini bermunculan berbagai jenis dengan beragam spesifikasi, merek dengan harga yang relative terjangkau. Tak jarang pula konsumen membeli laptop dengan spesifikasi yang 'wah' tanpa memikirkan kegunaannya.
Nah salah satunya adalah netbook yang bisa Anda pertimbangkan adalah Cafe Book Gigabyte M912. Spesifikasinya sebagai berikut :
  • Netbook keluaran Gigabyte ini berukuran 8,9 inci, punya desain yang compact dan elegan.
  • Kemenarikan dan keunggulan produk ini adalah pada layar touch screen (layar sentuh) LCD WXGA dengan resolusi maksimum 1280x768 pixel seluas 8,9 inci.
  • Layar ini dapat diputar hingga sudut 180º.
  • Dilengkapi sistem proteksi milik Kensington. Dengan sistem proteksi ini, pemilik M912 ini tak akan lagi khawatir kehilangan data. Sebuah keistimewaan yang jarang dimiliki notebook lainnya.

Untuk lebih lengkapnya Anda dapat lihat spesfikasinya dengan klik di bawah ini :
Produk istimewa tersebut dapat diperoleh di Alnect Komputer. Mudah-mudahan bermanfaat ....

4 Produk Baru dari LG dan Nokia

Hampir setiap hari selalu ada produk HP baru ditawarkan, kali ini dari merek Nokia dan LG. Nokia dan LG kembali memperkenalkan dua ponsel anyarnya. Kesemuanya akan masuk pasar ponsel sekitar pertengahan tahun ini atau kuartal ketiga. Bekal slot memori eksternal yang besar jadi andalan keempat seri ini.

NOKIA E52
Barisan keluarga E-series bertambah semarak dengan kehadiran Nokia E52. Dilengkapi sistem operasi Symbian OS, S60 rel 3.2, dan CPU ARM 11 600 MHz. Untuk terkoneksi ke internet, kita bisa menggunakan GPRS, HSDPA, HSUPA, dan juga Wi-Fi 802.11 b/g. Seri ini juga telah dibekali kamera 3,2 Megapixel untuk merekam obyek diam dan juga obyek bergerak alias video. Perangkat transfer data tersedia dalam bentuk kabel data berupa USB dan juga Bluetooth A2DP. Dukungan memori internal sebesar 60 Mb dan memori eksternal berjenis microSD yang bisa di-expand hingga 16Gb. Berbekal baterai jenis Li-ion 1500 mAh, ponsel ini mampu bertahan 8 jam untuk digunakan berbicara, 18 jam mendengarkan musik, sekitar 672 jam atau 28 hari dalam kondisi standby. Tersedia dalam pilihan warna silver dan keemasan. Menurut rencana, ponsel ini paling cepat akan meluncur ke pasaran sekitar Q3 tahun 2009.

Spesifikasi:
Dimensi : 116 x 49 x 9.9 mm
Berat : 98 gram
Layar : TFT, 16M colors, 240 x 320 pixels, 2.4 inchi
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900
Memori : Internal 60 GB, External Micro SD up to 16 GB, included 1 GB
Kamera : 3.2 Mpix, 2048 x 1536 pixels
Konektivitas : GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, HSUPA, WiFi, Bluetooth A2DP, USB
Fitur Lain : SMS, MMS, Email, WAP 2.0/xHTML, HTML, Stereo FM Radio, GPS Nokia Maps, MP3/MP4/eAAC+/WMA player, Nokia Xpress Audio messaging, Java, Document viewer (Word, Excel, PowerPoint, PDF)


NOKIA 6216 CLASSIC
Nokia mengumumkan mobile device pertama dengan integrasi Near Field Communication (NFC) yang diberi nama Nokia 6216 Classic. Dengan SIM card berbasis NFC, pengguna dapat lebih nyaman ketika sharing content, seperti image, link website, file audio, atau data kontak. Selain itu juga pembayaran yang aman dan transaksi pembelian tiket, hanya dengan satu langkah di ponsel ini. Selain fitur tersebut, Nokia 6216 Classic juga dilengkapi dengan kamera digital, FM radio stereo, music player, 3G dan microSD card dengan kapasitas 8GB. Berbalut warna coco pearl, ponsel Nokia 6216 Classic ini akan hadir di kuartal ketiga 2009.

Spesifikasi:
Dimensi : 114.7 x 41.7 x 14.5 mm
Berat : 88 gram
Layar : TFT, 16M Colors, 240 x 320 pixels, 2.0 inchi
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900
Memori : Internal 22MB, Eksternal micro SD up to 8GB
Kamera : 2MPix, 1600 x 1200 pixels, LED Flash
Konektivitas : GPRS, EDGE, 3G, Bluetooth A2DP, USB 2.0
Fitur Lain : SMS, MMS, Email, Push E-mail, IM, WAP 2.0/xHTML, HTML (Opera Mini), Stereo FM, Java, SIM-based Near Field Communication NFC (read/write/sharing), MP3/MPEG4 player.


LG GC900 VIEWTY SMART
Melanjutkan seri terdahulunya, Viewty kembali hadir dengan nama LG GC900 Viewty Smart. Ponsel ini mengadopsi tampilan user interface 3D S-Class, tombol slider on-screen untuk switch antara modus shooting dan capture video, dengan resolusi 800x480 pixels, dengan ukuran layar 3 inch, touchscreen, berketebalan 12.4 mm dan bobot hanya 90 gram. Andalannya sudah tentu fitur kamera 8 megapiksel. Fitur lainnya berupa GPS untuk geo tagging image, Wi-Fi dan koneksi 3G plus HSDPA. Tersedia pilihan warna silver dan hitam. Menurut John Halim, Product Manager LG Mobile Indonesia, ponsel ini akan mampir ke Tanah Air sekitar Agustus 2009. “Untuk harga kemungkinan besar masih di bawah 5 juta,” ujarnya menambahkan.

Spesifikasi:
Dimensi : 108.9 x 56.1 x 12.4 mm
Berat : 102 gram
Layar : TFT capacitive touchscreen, 16M colors, 800 x 480 pixels, 3.0 inches
Jaringan : GSM 850 / 900 / 1800 / 1900
Memori : Internal 1.5 GB, Eksternal MicroSD up to 16 GB
Kamera : 8 MP, 3264x2448 pixels, Schneider-Kreuznach optics
Konektivitas : GPRS class 12, EDGE, 3G, HSDPA, Wi-Fi 802.11 b/g, Bluetooth A2DP, USB
Fitur Lain : SMS, MMS, Email, WAP 2.0/xHTML, HTML, FM radio, GPS, Java, TV-out, MP3/AAC/AAC+/WMA player, Document viewer (DOC, XLS, PPT, PDF)


LG KM335
LG merilis ponsel musik berdesain candy bar. Ponsel ini sengaja ditujukan bagi penikmat musik, karena kualitas speaker 3D nya yang menggelegar serta fitur multimedia yang terbilang lengkap. Dengan berat 84 gram dan dimensi layar 108,2 x 47,2 x 13,8 mm, berukuran 2 inci serta berkualitas QVGA resolusi 240�320. Ponsel multimedia ini juga dilengkapi dengan kamera 3 MPix autofocus, konektivitas Bluetooth 2.0, USB 2.0, tambahan memori internal 90 MB dan slot kartu memori microSD hingga 8 GB, sehingga penggunanya bisa menyimpan lagu favorite dengan lebih leluasa. Tak ada fitur yang terlalu istimewa di luar fasilitas mulitimedianya. LG KM330 akan hadir Juni 2009 dan dibandrol dengan harga Rp 1.8 jutaan.

Spesifikasi:
Dimensi : 108.2 x 47.2 x 14.8 mm
Berat : 84 gram
Layar : TFT, 256K colors, 240 x 320 pixels, 2.0 inches
Jaringan : GSM 900 / 1800 / 1900
Memori : Internal 256, Eksternal up to 4 GB
Kamera : 3.15 MP, 2048x1536 pixels, autofocus
Konektivitas : GPRS, Bluetooth A2DP, USB v2.0
Fitur Lain : SMS, MMS, WAP 2.0/xHTML, HTML, FM/Am radio, Dual speaker, Rhytmic light.



Sumber : selular.co.id

Klasifikasi Produk dan Jasa Menurut Philip Kotler dan Henry Assael

Sebuah penawaran produk atau jasa dapat dibedakan menjadi empat kelompok besar. Baik Philip Kotler maupun Henry Assael membedakan produk dan jasa ke dalam empat kelompok besar. Pengelompokan tersebut berdasarkan pada: produk dan jasa manakah yang diutamakan untuk ditawarkan, serta produk dan jasa manakah yang berfungsi sebagai sarana pendukung.



a) Barang Nyata Murni (Pure Product)
Merupakan barang-barang nyata yang mempunyai wujud nyata secara fisik, bisa dipegang, diraba, dibau, dan seterusnya, seperti sabun, pasta gigi, ataupun gula, yang umumya tidak didukung dan tidak membutuhkan jasa.

b) Barang Nyata dengan Jasa Tambahan (Product Related Service)
Merupakan barang-barang nyata yang mempunyai wujud nyata secara fisik yang ditunjang jasa untuk menambah penampilannya kepada konsumen. Sebagai contoh; mobil, komputer, dan barang-barang elektronik lain, serta produk-produk yang biasanya disertai garansi penjualan.

c) Jasa Utama dengan Disertai oleh Barang dan Jasa Tambahan (Equipment Intensive Service)
Intensitas jasa yang ditawarkan lebih besar daripada yang telah disebutkan sebelumnya. Namun untuk menghasilkan jasa yang hendak ditawarkan kepada konsumen diperlukan bantuan dan dukungan barang-barang berwujud. Misalnya dalam jasa penginapan (hotel), di mana selain menawarkan penginapan juga menawarkan fasilitan lain, di antaranya adalah restoran, fasilitas kebugaran (fitness centre).

d) Murni Jasa (Pure Service)
Merupakan mutlak jasa murni yang dalam proses produksinya tidak menggunakan dan tidak membutuhkan keberadaan barang berwujud, misalnya pengacara dan konsultan manajemen.

4 Karakteristik Produk Jasa Menurut Kotler

Produk berupa jasa memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk berupa barang. Menurut Kotler terdapat 4 karakteristik yang dimiliki oleh jasa, yaitu:

1. Tidak berwujud (intangibility)
Jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud. Tidak seperti produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, didengar, atau dicium sebelum jasa itu dibeli. Misalnya seseorang yang menjalani “perawatan kesehatan” tidak dapat melihat hasilnya sebelum membeli jasa tersebut. Untuk mengurangi ketidakpastian, pembeli akan mencari tanda atau bukti dari mutu jasa tersebut. Konsumen akan mengambil kesimpulan mengenai mutu jasa tersebut dari tempat, orang, peralatan, alat komunikasi, dan harga yang mereka lihat.

2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability)
Jasa umumnya diproduksi secara khusus dan dikonsumsi pada waktu yang bersamaan, sehingga mutu dari suatu jasa terjadi pada saat pemberian jasa. Interaksi yang terjadi antara penyedia jasa dan konsumen sangat mempengaruhi mutu dari jasa yang diberikan. Terdapat beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh penyedia jasa untuk menjaga mutu pelayanannya yaitu:

a) Bekerja dengan kelompok yang lebih besar, jadi pelayanan yang biasanya diberikan orang per orang sekarang langsung beberapa orang.
b) Bekerja lebih cepat.
c) Melatih lebih banyak karyawan dan membina keyakinan pada diri konsumen.

3. Keragaman (variability)
Jasa sangat beragam, artinya memiliki banyak variasi jenis dan kualitas tergantung pada siapa, kapan, dan di mana jasa tersebut disediakan. Para pemakai jasa sangat peduli dengan keragaman yang tinggi ini dan seringkali mereka meminta pendapat orang lain sebelum memutuskan untuk memilih. Untuk menjaga mutu pelayanan dapat dilakukan melalui:

a) Investasi dalam seleksi dan pelatihan personalia yang baik.
b) Melakukan standardisasi terhadap proses kinerja di seluruh organisasi tersebut.
c) Memonitor kepuasan konsumen baik melalui sistem pesan dan kesan, survei konsumen, dan sebagainya.

4. Tidak tahan lama (perishability)
Jasa tidak dapat disimpan karena sifatnya yang tidak berwujud fisik. Ini tidak menjadi masalah bila permintaannya stabil karena mudah untuk melakukan persiapan pelayanan sebelumya. Tetapi jika permintaan berfluktuasi maka akan menimbulkan masalah.

Last Update Artikel Marketing:

Blog Link: