Tampilkan postingan dengan label Relationship / Hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relationship / Hubungan. Tampilkan semua postingan

Belawan International Container Terminal (BICT) Terapkan Paradigma Baru Dalam Pelayanan

Belawan International Container Terminal (BICT) kini menerapkan paradigma baru dalam memberikan pelayanan terbaiknya kepada pengguna jasa. Penerapan paradigma baru itu diikrarkan pada apel siaga yang dipimpin General Manager BICT Captain Tripiccanto dan diikuti seluruh pegawai di lapangan parkir BICT.

Keinginan untuk lebih baik lagi dari hari sebelumnya dalam memberikan pelayanan diikrarkan para pegawai dengan cara membubuhkan tanda tangan pada baliho bertuliskan Sapta Tekad yang isinya, pertama, pekerja BICT bekerja keras dengan ikhlas berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua, menjunjung tinggi semangat disiplin dan kebersamaan, Ketiga, menghormati sesama pekerja. Keempat, melayani pengguna jasa dengan cepat, tepat dan ramah. Kelima, mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Keenam, mentaati aturan dan ketentuan yang berlaku, serta ketujuh, bangga menjadi pekerja perusahaan.

GM BICT Captain Tripiccanto BICT mengatakan, banyak kritik dari pengguna jasa terhadap kinerja BICT selama ini, Karena itu BICT harus melakukan perubahan dengan menerapkan paradigma baru dalam pelayanan. Tripiccanto juga meminta seluruh pegawai bekerja dengan paradigma baru yang sama sama telah diikrarkan dan ditandatangani. Kata Tripiccanto, salah satu bentuk pelayanan yang harus diterapkan adalah melayani pengguna jasa dengan cepat tanpa mengharapkan imbalan.


Pemberantasan Pungli Disepakati
Paradigma baru dalam pelayanan ternyata membawa dampak positif dalam kelancaran arus barang di BITC pasca aksi unjuk rasa para aliansi Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan supir truk pelabuhan beberapa waktu lalu.

Kini kalangan EMKL dan supir truk angkutan barang yang masuk areal BICT tak perlu lagi menyisihkan dana ekstra untuk pengurusan barang. Pasalnya, segala bentuk pungutan liar di BICT telah diharamkan dan ada tim monitoring yang telah dibentuk untuk mengawasi tindakan tercela itu. Segala bentuk pungli di BICT dijamin sudah tidak ada, karena ada tindakan tegas yang diberlakukan baik kepada yang memberi maupun yang menerima. Untuk menjamin hal itu tidak terjadi, ada tim yang memonitornya, ujar Manager Umum BICT Drs. H. Edy Zulkarnaen saat menggelar temu pers bersama Aliansi EMKLdan PSTP Belawan serta Ketua Komisi E DPRD Sumut Budiman Nadapdap di Hotel Emeral Garden Internasional Medan.

Zulkarnaen menyebutkan, selain dermaga internasioal yang telah menerapkan Single operator, penerapan Terminal Operator di BICT merupakan kebijakan yang harus dapat ditopang berbagai pihak termasuk kalangan EMKL dan supirtanpa harus adanya pungutan liar dan kendala keterlambatan dalam aktivitas bongkar muat peti kemas harus secepatnya diatasi.

Di balik itu tindakan pungli juga tidak dapat ditolerir, karena merugikan pihak tertentu. Manajemen akan menindak tegas pegawai yang melakukan pungli di dalam area kerja BICT sedangkan aliansi EMKL dan PSTP juga wajib menindak tegas anggotanya apabila masih memberikan dana tidak resmi dalam proses pelayanan bongkar muat, kata Zulkarnaen menyebutkan antara lain isi kesepakatan itu.

Selain itu, I Wayan Wirawan Manager Operasi BICT menambahkan, pihaknya juga menambah alat bongkar muat untuk menghindari antrian truk untuk mengangkut peti kemas. Pada Bulan Mei 2009 sebanyak 4 unit reachtaker dan 4 RFG sudah dapat dioperasikan yang sebelumnya masing masing 2 unit ujarnya. Selain hapusnya pungli, BICT juga mengutamakan proses pelayanan receiving/delivery, bahkan selama masa transisi belum terpenuhnya tuntutan, pihak EMKL dibebaskan dari denda penumpukan kontainer dan tetap mengacu pada tarif yang telah ditentukan.

Ketua Komisi E DPRD Sumut Budiman Nadapdap menyambut baik upaya duduk sebangku antara aliansi EMKL, Persatuan Supir Truk Pelabuhan dan BICT untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul di BICT.

Budiman berharap beberapa kesepakatan yang telah diambil bersama dapat disosialisasikan ke masyarakat. Itu berarti kita sudah punya tanggung jawab moral dalam menjaga pelabuhan yang merupakan asset bangsa, katanya. Secara terpisah Ketua PSTP Belawan M. Rabaini dan Aliansi EMKL Syamsuri menyambut baik upaya dan niat semua unsur membenahi pelayanan di BICT, apalagi mengingat pelabuhan peti kemas dibawah naungan Pelabuhan I Medan adalah asset bangsa yang harus dijaga dan tetap menjadi milik bangsa dan rakyat Indonesia.


Source : portal.bumn.go.id/pelindo1

PT TELKOM Dukung Layanan ICT untuk PT POS

PT TELKOM melalui Divisi Enterprise (Dives) melakukan kerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam hal Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya Perusahaan. Penandatanganan kerjasama dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2009 di Kantor Pos Kebonrojo oleh Deputy Executive General Manager (DEGM) Dives TELKOM Joni Santoso dengan Wakil Dirut PT Pos I Ketut Mardjana. Dalam kerjasama tersebut, TELKOM berkomitmen menyediakan layanan Information and Communication Technology (ICT) berbasis VPN IP untuk administrasi PT Pos se Indonesia. Penandatanganan kerjasama juga disaksikan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil.

Kerjasama antara TELKOM dan PT Pos dilatarbelakangi oleh adanya satu layanan baru berbasis ICT yang diluncurkan PT Pos dan disebut Gerakan Excellent Service Berbasis IT (GesIT) Layanan GesIT itu, berbagai program dijadikan, di antaranya Wasantara Spot. Layanan GesIT bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa Kantor Pos telah memiliki layanan berbasis IT, baik yang dikelola sendiri maupun secara kemitraan.

Menurut I Ketut Mardjana, layanan IT PT Pos berupa akses free hotspot bagi pengguna internet di sekitar Kantor Pos (Wasantara Spot). Surabaya merupakan kota ketiga yang melayani Wasantara Spot, setelah Jakarta dan Denpasar. Ada juga aplikasi Track and Trace yang berguna sebagai pelacak pergerakan pos oleh kostumer dan apliakasi Mail Processing Center di ranah back office di sejumlah kota.

DEGM DIVES, Joni Santoso menambahkan, dengan adanya teknologi berbasis VPN IP untuk pemanfaatan sumber daya di PT Pos tersebut maka antar Kantor Pos bisa saling berkomunikasi dengan mudah. Johi mengatakan bahwa ada opportunity bisnis lain bagi PT Pos yaitu pengembangan payment point dari mitra-mitra bisnis seperti Bank Syariah Mandiri dan Perusahaan FIF. Nantinya, PT Pos tidak hanya bergerak di bidang surat manual saja, tapi juga di bisnis transaksional.


Source : portal.bumn.go.id/telkom

Dell Indonesia Tingkatkan Layanan Teknis Pada Pelanggan

Layanan pada pelanggan sudah menjadi urat nadi keberhasilan perusahaan, hal ini disadari oelh Dell Indonesia yang mengumumkan peningkatan layanan Dell ProSupport dengan penyediaan layanan telepon 24 jam. Kini para pelanggan Dell dapat secara langsung memesan dan menyesuaikan layanan dengan kemampuan teknis yang dimiliki secara lebih mudah dan cepat.

“Para pelanggan dan mitra kami meminta Dell melakukan terobosan dukungan cepat ‘one size fits all’ untuk membantunya dalam menyesuaikan dengan kebutuhan yang semakin beragam, global, dan pengoperasian mission critical TI,” jelas Pieter Lydian, Director and Country Manager Dell Indonesia dalam keterangan tertulisnya kemarin (27/8).

Dell ProSupport menghadirkan kemampuan dan fitur-fitur baru yang sangat penting yang mempermudah pelanggan untuk mendapatkan paket dukungan yang sesuai pada saat yang tepat dan terpercaya.

Penawaran Dell ProSuport meliputi ProSupport for IT dan ProSupport for End-Users. ProSupport for IT meliputi dukungan 24 jam/7hari seminggu seperti Fast Track Dispatch, layanan solusi cepat untuk para professional yang memiliki sertifikat TI dengan pengiriman secara cepat komponen-komponen dan para teknisi Dell ke lokasi untuk organisasi yang tidak memiliki bagian /divisi TI, seperti usaha kecil dan menengah

Sementara itu, dukungan ProSupport for End-Users merupakan dukungan untuk aplikasi-aplikasi yang umum digunakan para end-user, seperti Microsoft Windows Small Business Server, Intuit QuickBooks dan konfigurasi akses nirkabel.
Dell ProSupport juga memiliki pilihan-pilihan modular yang disesuaikan dengan tantangan operasional TI sehari-hari, seperti pilihan untuk mission critical data center, tim pemasaran yang mobile/remote, dan lingkungan virtualisasi. Dell mengklaim layanan dukungan teknis ini dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan teknis hingga 37 persen dan critical downtime sampai 48 persen.

Layanan dukungan ini kini dapat diakses secara mudah oleh para pelanggan di Indonesia melalui layanan telepon 24 jam. Pelanggan Dell yang belum mendaftarkan diri sebagai pelanggan Dell ProSupport dapat menghubungi 001-803-60-1926 (Indosat) atau 007-803-601-5229 (Telkom). Sementara bagi pelanggan yang juga telah menjadi pelanggan Dell ProSupport, Dell Indonesia menyediakan nomor khusus di 021-500858.

Dell ProSupport saat ini telah menjangkau di 10 kota besar di Indonesia meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Medan, Pekan Baru, Balikpapan dan Makassar.


Mobile-8 Melindungi Konsumen Dengan Asuransi Ponsel

Mobile-8 membuat terobosan yang luar biasa. Hingga saat ini, total pelanggan Mobile-8 mencapai 3,4 juta pelanggan. Dari jumlah itu, Mobile-8 menargetkan 5 hingga 10 persen-nya bisa mengikuti program asuransi ponsel. Hal itu diungkapkan Group Head Product Marketing, Sukaca Purwokardjono, saat penandatanganan kerjasama dengan Jardine LLoyd Thompson, pialang asuransi yang mendukung program perlindungan asuransi Mobile-8 dengan PT ACA.

Sukaca mengatakan, pelanggan cukup membayar premi sebesar Rp. 30.000 untuk masa perlindungan selama setahun. Asuransi ini meng-cover kerusakan dan kehilangan yang terjadi pada semua jenis ponsel yang dibundling dengan Mobile-8. Nilai tanggungannya mencapai maksimal Rp. 3.500.000.

Caranya, “Pengguna cukup datang ke Mobile-8 Center untuk melakukan registrasi. Ke depannya, kami akan mengembangkan pendaftaran via SMS,” ujar Sukaca di Mercantile Athletic Club Jakarta (29/7).

Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya kerjasama ini sudah dilakukan sejak Indonesian Cellular Show 2009 beberapa waktu lalu di Jakarta. Namun Mobile-8 baru bisa meresmikannya saat ini.

Sementara itu Chartered Insurer Director PT ACA, Gunawan Hadidjojo mengatakan, ke depannya asuransi ponsel seperti ini akan semakin banyak seiring dengan kesadaran masyarakat Indonesia akan asuransi yang semakin tinggi.

Hal ini berbeda dengan kondisi 10 hingga 20 tahun yang lalu, dimana kesadaran seperti itu masih sangat rendah. Justru saat ini, seharusnya pengguna-pengguna ponsel dari kalangan bawah harus mendapatkan proteksi. “Ke depan, kami juga akan mengasuransikan Mobi yang saat ini telah terjual hingga 15.000 unit,” papar Sukaca.

Mobile-8 menargetkan, sampai akhir 2009 akan menjual 150.000 unit Mobi. ARPU Mobi sebesar Rp. 60.000. Sedangkan ARPU Mobile-8 untuk voice mencapai Rp. 30.000. Mobile-8 sebelumnya juga telah menonaktifkan 200.000 pelanggannya yang sudah tidak aktif karena nomor-nomor tersebut dianggap hanya menjadi beban yang memenuhi jaringan mereka.


Sumber : biskom.web.id

Memahami Persepsi Atas Hubungan Dengan Pelanggan (Customers Relationship Perceptions)

Pelayanan kepada konsumen menjadi sesuatu hal penting karena persepsi konsumen atas kualitas layanan akan menentukan niat berperilakunya di masa mendatang. Zeithaml, Berry dan Parasuraman mengatakan bahwa kualitas jasa (service quality) merupakan faktor yang menentukan apakah konsumen tetap bertahan atau beralih ke perusahaan lain.


Kualitas jasa yang dinilai baik oleh konsumen dapat mempengaruhi niat berperilaku yang menyenangkan (favorable), dalam hal ini konsumen cenderung untuk bertahan di perusahaan yang bersangkutan. Sebaliknya, kualitas jasa yang dinilai buruk dapat mempengaruhi niat berperilaku yang tidak menyenangkan (unfavorable).

Menurut Josee Bloemer, Ruyter dan Wetzel adanya kepuasan pelanggan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya adalah hubungan antara perusahaan dan para pelanggannya menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik untuk pembelian kembali, dapat mendorong terciptanya loyalitas pelanggan, dan timbulnya kesediaan pelanggan untuk membayar dengan harga yang wajar atas jasa yang diterimanya.

Menurut Hawkins, konsumen yang setia atau pelanggan yang mempunyai komitmen (commited customer) terhadap suatu perusahaan atau merek, memiliki kecintaan emosional kepada suatu merek atau perusahaan tersebut. Para pelanggan yang menyukai perusahaan atau merek dapat tercermin dalam sikap atau gaya yang mirip dengan persahabatan. Konsumen berekspresi seperti – Saya percaya pada perusahaan atau merek ini. Sikap pelanggan ini menggambarkan komitmen terhadap perusahaan.

Oleh karena itu di tengah persaingan yang semakin ketat ini diperlukan upaya untuk membina hubungan yang baik antara penyedia jasa dan pelanggan yang menurut Tjiptono terjalinnya kemitraan jangka panjang dengan pelanggan secara terus menerus sehingga diharapkan dapat terjadi bisnis ulangan (repeat business).

Verhoef menyampaikan pentingnya pemahaman persepsi atas hubungan dengan pelanggan (customers’ relationship perceptions atau CRP) ini. Karena CRP yang meliputi kepuasan pelanggan (satisfaction), kesediaan membayar dengan harga wajar (payment equity) dan perasaan komitmen (affective commitment) terhadap perusahaan akan berdampak terhadap penggunaan kembali jasa di waktu yang akan datang (customers retention).


Last Update Artikel Marketing:

Blog Link: