Tampilkan postingan dengan label Situasional / Situasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situasional / Situasi. Tampilkan semua postingan

Faktor-Faktor Situasional Dalam Keputusan Pembelian Konsumen

Perilaku pembelian dapat saja terjadi karena situasi yang menekan konsumen untuk melakukan pembelian muncul pada berbagai tempat dan waktu yang belum ditentukan sebelumnya. Pengaruh situasi dipandang Russel W. Belk sebagai pengaruh yang timbul dari faktor terutama untuk waktu dan tempat yang spesifik. Lebih lanjut Belk menjelaskan bahwa ada lima karakteristik situasi konsumen yang dapat saja mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :
  1. Lingkungan fisik
  2. lingkungan sosial
  3. Waktu
  4. Tugas
  5. Keadaan anteseden.
Sementara beberapa pakar pemasaran lainnya yaitu C. Whan Park, Easwar S. Iyer, Daniel C. Smith mengemukakan adanya dua faktor situasional yaitu :
(1) Pengetahuan tentang toko dan (2) Ketersediaan waktu untuk berbelanja yang membuat konsumen berniat melakukan pembelian, baik yang telah direncanakan, pembelian tanpa rencana ataupun merubah merek atau produk yang akan dibelinya.
Pengetahuan toko didefinisikan sebagai mengkonsumsi informasi lay out toko dan konfigurasinya, termasuk lokasi produk dan merek. Ketersediaan waktu untuk berbelanja merupakan persepsi konsumen terhadap waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan berbelanja dengan waktu yang tersedia.
Ketersediaan waktu dapat pula mempengaruhi keputusan konsumen dalam situasi tertentu. Akibat adanya tekanan waktu, secara progresif konsumen akan mengurangi waktu pencarian informasi. Penggunaan informasi yang tersedia juga akan menurun, dan informasi negatif atau yang tidak menguntungkan turut pula dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan akibat adanya tekanan waktu.

Pengaruh Situasional Dalam Keputusan Pembelian Konsumen

Pengaruh situasional yang dialami konsumen dalam melakukan pembelian yang datang secara tiba-tiba karena timbulnya dipengaruhi berbegai aspek yang ada di sekitarnya. Beberapa aspek tersebut dikemukakan oleh salah seorang pakar marketing Russel W. Belk yaitu:
  • Physical surrounding yaitu aspek-aspek lingkungan fisik dan ruang yang nyata yang mencakup aktivits konsumen. 
  • Stimuli seperti warna, suara, cahaya, cuaca, dan pengaturan ruang dari orang dan objek lain mempengaruhi perilaku konsumen. 
  • Pengaturan lingkungan fisik penting dalam upaya untuk membangun citra, memberikan kemudahan serta kenyamanan terutama dalam berbelanja. 
  • Pengaruh lainnya adalah lokasi toko, layout toko dan atmosfir toko. 
Lokasi toko dimana toko itu dibangun akan mempengaruhi minat konsumen untuk mengunjungi toko tersebut. Sementara tata letak rak pajangan dalam toko akan mempengaruhi perilaku pengunjung dalam berbelanja. Atmosfir toko ikut pula mempengaruhi karena pengaturan udara (AC), tata ruang toko, penggunaan warna cat, penggunaan jenis karpet, warna karpet, bahan-bahan rak untuk menempatkan produk turut pula membentuk kesan toko dalam benak konsumen.
Pembelian yang akan dilakukan konsumen tidak akan pernah terjadi kalau kebutuhan atau motif yang mendasari pembelian tersebut tidak diaktifkan. Untuk itu upaya yang dilakukan pemasar adalah menempatkan produk atau jasa pada posisi yang menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pentingnya produk dan besarnya minat terhadap produk dalam situasi tertentu turut pula mempengaruhi konsumen untuk memutuskan pembeliannya. 

Pentingnya Situasi Pembelian Bagi Konsumen

Terjadinya pembelian yang tidak direncanakan pernah dilakukan oleh siapa saja terutama pada waktu berbelanja di toko-toko pengecer. Dewasa ini banyak bermunculan jenis usaha eceran (retailing) diantaranya supermarket, superstore, hypermarket dan discount stores. Jenis usaha eceran ini menyediakan hampir semua produk kebutuhan sehari-hari sampai sepatu, pakaian, dan barang-barang elektronika.
Sengitnya tingkat persaingan di antara supermarket, superstore, hypermarket dan discount stores, menuntut setiap retailer berusaha menawarkan berbagai rangsangan yang mampu menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian. Untuk itu situasi pembelian terutama lingkungan fisik seperti warna, suara, cahaya, cuaca, dan pengaturan ruang dari orang perlu diperhatikan retailer, karena adanya lingkungan fisik yang menarik diharapkan mampu menarik konsumen untuk melakukan pembelian yang tidak direncanakan sebelumnya. Begitu pula dengan ketersediaan waktu yang dimiliki konsumen, karena konsumen yang mempunyai waktu terbatas akan terbatas pula mencari dan mengolah informasi yang ada dalam toko sehingga konsumen hanya melakukan pembelian yang direncanakan saja, sebaliknya bagi konsumen yang mempunyai waktu mencukupi akan melakukan pencarian informasi dan mengolahnya dengan baik sehingga diharapkan dapat memunculkan keinginan pembelian barang yang tidak direncanakannya. Namun pembelian yang tidak direncanakan yang dilakukan konsumen terlebih dahulu mempertimbangkan kebutuhan, nilai dan ketertarikannya (keterlibatan) pada produk yang akan dibeli.

Last Update Artikel Marketing:

Blog Link: