Tampilkan postingan dengan label Communication Marketing / Komunikasi Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Communication Marketing / Komunikasi Pemasaran. Tampilkan semua postingan

BNI Menggandeng Klub Chelsea

94829380968901826662.jpgChelsea sebuah klub sepak bola yang sudah tak asing lagi di dunia persepakbolaan digandeng oleh BNI dalam rangka penerbitan 200 ribu kartu cobranding dengan Chelsea Football Club (CFC) tahun ini. BNI menyiapkan program-program menarik yang memungkinkan untuk membangun minat calon pemilik baru kartu-kartu BNI berlogo khusus simbol-simbol Chelsea, baik dengan program BNI-Chelsea Payment Card Reward Goest to Stamford Bridge maupun program memboyong tim CFC ke Indonesia pada Juli 2013. 

Selain itu, ada kesempatan.... "Masih ada kesempatan untuk menjadi pengguna kartu BNI-Chelsea yang beruntung akan dibawa ke London untuk menyaksikan secara langsung pertandingan Chelsea pada tahun depan. Karena setidaknya kami masih menyelenggarakan program BNI-Chelsea Payment Card Reward Goest to Stamford Bridge ini hingga tiga tahun ke depan," kata Direktur Konsumer & Ritel BNI Darmadi Sutanto melalui rilis dari London, Inggris, Ahad, 14 April 2013. Darmadi di London mengajak 10 nasabah yang beruntung menyaksikan pertandingan babak Semi Final Piala FA di Stadion Wembley, antara CFC dan Manchester City. 

Bagi BNI, apresiasi maksimal pada para nasabah setia ini sangat layak diberikan karena dari target penerbitan kartu co branding BNI-Chelsea sebanyak 25.000 dalam setahun atau hingga Agustus 2013, ternyata sampai akhir Februari 2013 sudah mencapai 105.571 buah. Kerja sama antara BNI dan Chelsea ini diawali penandatanganan MoU antara Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo dengan pihak Chelsea pada Maret 2012. MoU ini ditindaklanjuti dengan peluncuran kartu-kartu co branding BNI-Chelsea pada Agustus 2012. 

Kartu co branding BNI-Chelsea diterbitkan secara lengkap yang terdiri atas kartu kredit, kartu debit, dan kartu prabayar, baik kartu debit edisi khusus dan reguler, kartu kredit edisi khusus dan reguler, ada juga kartu BNI-Chelsea untuk anak. Sejak peluncuran tersebut, minat masyarakat untuk memiliki kartu-kartu co branding BNI-Chelsea ini sangat besar. Ini terlihat dari pertumbuhan jumlah kartu yang diterbitkan setiap bulannya sejak Agustus 2012 hingga Februari 2013. 

Pertumbuhan tertinggi jumlah pemilik kartu kredit co branding BNI-Chelsea ini terjadi pada November 2012, yakni dari 3.577 pemilik kartu pada bulan November menjadi 12.969 pemilik pada Desember 2012, sehingga tumbuh 263 persen. itupun terus tumbuh menjadi 18.609 pada bulan Januari 2013 dan mencapai 24.501 kartu pada Begitu juga dengan kartu debit co branding BNI-Chelsea. Pertumbuhan jumlah kartu yang diterbitkan terjadi pada Januari 2013, yaitu naik dari 47.753 unit menjadi 81.520 atau tumbuh 71 persen. Jenis kartu debit yang paling banyak dimiliki adalah Kartu Debit Taplus Reguler yang telah mencapai 43.703 pemilik pada akhir Februari 2013 atau sekitar 53,61 persen dari total kartu co branding BNI-Chelsea yang diterbitkan. 

Statistik juga menunjukkan bahwa kepemilikan kartu-kartu co branding BNI-Chelsea ini bersifat aktif dilihat dari transaksi yang banyak dilakukan oleh para pemiliknya. Untuk kartu kredit co branding BNI-Chelsea, rata-rata nilai belanja setiap kartunya sebesar Rp 3,1 juta. Adapun untuk kartu debit co branding BNI-Chelsea, rata-rata nilai uang yang dibelanjakan sebesar Rp 808.679 setiap kartunya. 

Ayo siapa menyusul siapa ingin nonton Semi Final Piala FA di Stadion Wembley, antara CFC dan Manchester City, gratis. Miliki kartunya...!

Pengertian Merek


Dunia industri terus berkembang dinamis dan persaingan yang begitu ketat semakin meningkatkan kesadaran para pelaku bisnis akan pentingnya sebuah merek. Bahkan karena pertimbangan merek pula yang menyebabkan Salim Group (holding company terbesar di Indonesia) berani membeli merek Bimoli senilai Rp. 25 Miliar dari Sinar Mas. Salim Group juga memborong beberapa merek yang dianggap memiliki ekuitas tinggi seperti kopi Tugu Luwak dan kecap Piring Lombok.

Merek merupakan asset sangat bernilai yang disebut goodwill dan terpampang di neraca. Merek pulalah yang akan memberikan revenue dimasa mendatang.

Namun apakah sejatinya sebuah merek itu ?
Pengertian merek menurut David A.Aaker adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Dengan demikian suatu merek membedakannya dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh kompetitor. Sedangkan menurut William J. Stanton merek adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur ¬unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual. Dengan demikian, dapat disimpulkai bahwa merek mempunyai dua unsur, yaitu Brand name yang terdiri dari huruf-huruf atau kata¬ kata yang dapat terbaca, serta Brand mark yang berbentuk symbol.Merek mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek lebih dari sekadar jaminan kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian berikut ini.

  1. Atribut produk, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali desain, dan lain-lain. Mercedes menyatakan sesuatu mahal, produk yang dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, dan sebagainya.
  2. Manfaat. Meskipun suatu merek membawa sejumlah atribut konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut merek diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional atau manfaat emosional. Sebagai gambaran, atribut "mahal" cenderung diterjemahkan sebagai manfaat emosional, sehingga orang yang mengendarai mercedes akan merasa dirinya dianggap penting dan dihargai.
  3. Nilai. Merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Mercedes menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan sebagainya. Dengan demikian produsen Mer¬cedes juga mendapat nilai tinggi di mata masyarakat.
  4. Budaya. Merek juga mencerminkan budaya tertentu. Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisir, konsisten, tingkat keseriusannya tinggi, efisien, dan berkualitas tinggi.
  5. Kepribadian. Merek juga mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang merek produknya.
  6. Pemakai. Merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Pemakai Mercedes pada umumnya diasosikan dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan sebagainya. Pemakai Dimension Kiddies tentunya adalah anak-anak.


Jadi, Merek adalah nama, terminologi, tanda, simbul atau desain atau kombinasi diantaranya, yang ditujukan untuk mendidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk mebedakannya dari pesaing. Beberapa bagian merek antara lain adalah nama merek, tanda merek, merek dagang, dan copyright. Nama merek adalah bagian dari merek dimana bagian dari merek yang dapat disebutkan atau dieja. Tanda merek adalah bagian dari merek yang tidak dapat dieja atau disebutkan, seperti simbol, desain atau warna atau huruf yang berbeda. Merek dagang adalah merek atau bagian merek yang diberikan untuk melindungi secara hukum-yaitu melindungi penjual untuk menggunakan hak eksklusif untuk menggunakan nama merek atau tanda merek. Copyright adalah hak hukum eksklusif yang diberikan untuk menggandakan, mempublikasikan, dan menjual segala sesuatu yang berbentuk buku, musik atau karya artistik.



Following Up On Customers


What is the biggest mistake made in marketing? This mistake is made by 99% of the companies marketing products or services… The biggest mistake in marketing - and not just direct marketing, but any marketing - is made by people who spend a lot of time, energy, and money on an ad or an inquiry-generation program.


When they receive the highly qualified lead it brings in, they send a brochure and a letter. At best, they call about a week later. When a sale is not immediate, they hang up, and they never call back or send another letter. They assume their campaign failed.


What a mistake. A single letter and brochure is not a campaign. A campaign is not a single effort of anything - why do you think they call it a campaign? A campaign is a sustained effort over time…. The biggest mistake made in marketing is not contacting a well-qualified buyer, who has expressed an interest in your product or service after the first mailing, a second time with harder-hitting additional marketing material or letters.




Source : Jeffrey Dobkin



Slogan Baru Sony 'Make Believe' Untuk Komunikasi Pemasaran Dengan Konsumen




Sony Ericsson membuat penyegaran, karena mulai Kamis (8/10) ini, Sony Ericsson menggunakan slogan baru Sony 'make.believe' pada seluruh komunikasinya dengan konsumen sehingga memperkokoh kualitas hiburan dan kolaborasinya dengan Sony Group. Hal tersebut merupakan langkah Sony Ericsson ke babak selanjutnya dalam transformasi bisnis yang sedang dijalankannya untuk memposisikan sebagai merek Communication Entertainment nomor satu.

Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia menyatakan menyatukan komunikasi dan hiburan berada di pusat dari persembahan Sony Ericsson sejak awal. Menurutnya, pesan 'make.believe' menyelaraskan Sony Ericsson dengan perusahaan Sony Group lainnya, serta menunjukkan persatuan antara komunikasi dan hiburan.

"Transformasi bisnis yang sedang kami jalankan menciptakan landasan untuk Sony Ericsson yang baru. Penyelarasan merek kami adalah bagian yang penting dari strategi ini. Bersama dengan budaya baru yang terbuka, ini menandakan perubahan dalam cara kami merencanakan dan membangun proposisi Sony Ericsson, juga mengundang konsumen untuk berhubungan dengan kami melalui platform digital dan social media," lanjut Djunadi.

Secara visual, Sony Ericsson akan memperluas daya tarik logo 'liquid identity' yang digunakannya dengan menambahkan tujuh variasi warna baru serta 'liquid energy' yang mengalir dari logo guna membuatnya lebih dinamis dan menarik dilihat dalam arena digital. Sony Ericsson juga berkeinginan untuk mengadopsi sikap yang lebih terbuka dan kritis, dengan mengajak partisipasi konsumen yang lebih besar dengan Sony Ericsson melalui fokus yang lebih kuat pada saluran digital dan media sosial yang interaktif.



Faktor-faktor Pembentuk Citra Perusahaan (Corporate Image)


Konsumen menilai cita perusahaan tidak hanya berdasarkan kualitas fungsional saja, tetapi juga didasarkan pada atribut psikologis yang dicerminkan oleh perusahaan tersebut. Nguyen dan Leblanc menjelaskan bahwa terdapat dua komponen dasar citra perusahaan, yaitu fungsional dan emosional, dimana komponen fungsional berkaitan dengan atribut yang dapat diukur dengan mudah, sedangkan komponen emosional berkaitan dengan dimensi psycological, yaitu perasaan dan sikap konsumen terhadap perusahaan, yang didasarkan pada pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan dan atribut informasi yang menggambarkan citra perusahaan tersebut. Dengan kata lain, citra dibentuk berdasarkan pengalaman yang dialami konsumen terhadap produk atau jasa perusahaan, yang nantinya dapat dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Pengalaman yang baik dari konsumen atas penggunaan produk yang dihasilkan perusahaan akan menghasilkan persepsi yang baik terhadap citra perusahaan tersebut, dan pada saat itulah akan terbentuk apa yang disebut citra korporasi atau citra perusahaan. Normann dalam Kandampully menyatakan bahwa faktor-faktor pembentuk citra perusahaan adalah :
  • advertising,
  • public relation,
  • physical image,
  • word of mouth,
  • pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.

Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.


Beberapa Manfaat Membangun Citra Perusahaan (Corporate Image)



Citra perusahaan dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas pemasaran. Oleh karena itu sangat layak kalau citra dipandang sebagai salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi.

Menurut Zinkhan ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya perusahaan membangun dan mengelola citra perusahaan yaitu :
  1. dapat merangsang penjualan
  2. dapat membangun nama baik perusahaan
  3. membangun identitas bagi karyawannya
  4. mempengaruhi investor dan lembaga-lembaga keuangan
  5. memajukan hubungan baik dengan suatu komunitas, dengan pemerintah, dengan tokoh masyarakat dan dengan para opinion leaders
  6. mendapatkan posisi dalam persaingan.


Mengungkap Citra Perusahaan (Corporate Image) Lebih Dalam


Seperti yang telah disampaikan pada artikel marketing sebelumnya mengenai beberapa pengertian citra perusahaan (corporate image), maka kali ini akan disampaikan beberapa penjelasan yang diharapkan dapat melengkapi pemahaman citra perusahaan (corporate image).

Pendapat Nguyen dan Leblanc sebelumnya yaitu :
“Corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization. It is related to business name, architecture, variety of product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality commuicated by each employee interacting with the organization’s clients“.

Artiya citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk dibenak masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.

Hal ini mengindikasikan bahwa citra perusahaan tidak hanya menunjukkan kesan-kesan atribut individual, namun lebih kepada keseluruhan peran dan fungsi dari perusahaan. Dengan kata lain, citra perusahaan dapat dipersepsikan sebagai gambaran mental secara selektif. Karena keseluruhan kesan tentang karakteristik suatu perusahaan-lah yang nantinya akan membentuk citra perusahaan dibenak masyarakat.

Dalam perusahaan terdapat berbagai informasi dan kesimpulan mengenai perusahaan. Setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok-kelompok yang berbeda, seperti: nasabah, karyawan, pemegang saham, supplier dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.

Dengan kata lain, citra perusahaan dihasilkan dari penilaian sekelompok konsumen, sehingga citra perusahaan merupakan nilai dari suatu perusahaan dari hasil evaluasi kelompok. Karena itu, citra yang dimiliki perusahaan dapat berperingkat positif atau negatif.

Seringkali ada kecenderungan stakeholders jarang melakukan interaksi dengan perusahaan, sehingga mengurangi kapasitas mereka untuk mendapatkan informasi yang kongkrit tentang perusahaan. Hal inilah yang kadang menimbulkan kekeliruan persepsi stakeholders terhadap pencitraan suatu perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu mengkomunikasikan secara jelas tentang perusahaan yang diharapkan, sehingga dapat mengarahkan masyarakat dalam mencitrakan perusahaan secara positif. Lebih lanjut, citra merupakan hasil dari penilaian atas sejumlah atribut, tetapi citra bukanlah penilaian itu sendiri, karena citra adalah kesan konsumen yang paling menonjol dari perusahaan, yang dievaluasi dan dipertimbangkan oleh konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.


Untuk melengkapi literatur mengenai citra perusahaan (corporate image) tersedia juga jurnal dengan judul, "The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty" yang dapat di download pada sidebar blog ini.  

Source: dari berbagai literatur

Beberapa Pengertian Citra Perusahaan (Corporate Image)


Setiap perusahaan mempunyai citra yang disadari atau tidak telah melekat pada perusahaan tersebut. Tidak sedikit barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan begitu kuat citranya di benak konsumennya. Artikel maketing kali ini akan menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan citra perusahaan atau corporate image.

Kotler menjelaskan bahwa “corporate image is the consumer’s response to the total offering and is defined as a sum the belief, ideas, and impressions that a public has an organization.“

Artinya citra perusahaan adalah respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide-ide, dan kesan masyarakat pada suatu organisasi.

Sedangkan Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa citra perusahaan sebagai :
“Corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization. It is related to business name, architecture, variety of product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality commuicated by each employee interacting with the organization’s clients“.

Artiya citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk dibenak masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.

Dowling menyatakan bahwa, “corporate image is a set of beliefs and feeling about an organizations“. Dapat diartikan bahwa citra perusahaan merupakan sekumpulan kepercayaan dan perasaan tentang suatu organisasi.

Citra dapat dikatakan sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan, sehingga aspek fasilitas yang dimiliki perusahaan, dan layanan yang disampaikan karyawan kepada konsumen dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap citra.

Dengan demikian citra merupakan salah satu aset terpenting dari perusahaan atau organisasi yang selayaknya terus menerus dibangun dan dipelihara. Citra yang baik merupakan perangkat kuat, bukan hanya untuk menarik konsumen dalam memilih produk atau perusahaan, melainkan juga dapat memperbaiki sikap dan kepuasan pelanggan terhadap perusahaan.

Citra perusahaan tidak bisa direkayasa, artinya citra tidak datang dengan sendirinya melainkan dibentuk oleh masyarakat, dari upaya komunikasi dan keterbukaan perusahaan dalam usaha membangun citra positif yang diharapkan. Upaya membangun citra tidak bisa dilakukan secara serampangan pada saat tertentu saja, tetapi merupakan suatu proses yang panjang. Karena citra merupakan semua persepsi atas objek yang dibentuk oleh konsumen dengan cara memproses informasi dari berbagai sumber sepanjang waktu.


Ikuti terus blog artikel marketing ini karena seluk beluk citra perusahaan (corporate image) ini akan diungkap lebih dalam pada beberapa tulisan selanjutnya.
Salam sukses. Semoga bermanfaat.

Source : dari berbagai literatur

Tentang Layanan Pelanggan GraPARI

Graha Pari Sraya atau yang disingkat GraPARI berasal dari Bahasa Sansekerta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk nama kantor pelayanan Telkomsel sebagai tanda penghargaan atas diresmikannya kantor pelayanan Telkomsel di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak itulah seluruh kantor pelayanan Telkomsel ditetapkan dengan nama GraPARI Telkomsel atau Grha Pari Sraya Telkomsel.

Selain sebagai kantor pelayanan yang memfokuskan diri untuk melayani pelanggannya, GraPARI juga menyediakan penjualan produk sendiri seperti kartuHALO dan simPATI . GraPARI tidak menjual perangkat telepon selular kecuali jika ada kebijaksanaan tertentu untuk menjual dalam bentuk paket produk Telkomsel, hal inipun tidak selalu dilakukan. Sehingga jika ada pelanggan yang ingin membeli perangkat telepon selular terpisah dari produk Telkomsel maka GraPARI akan menyarankan untuk mendapatkannya pada dealer resmi, outlet eksklusif, maupun ritel yang telah bekerjasama dengan Telkomsel .

GraPARI menjual dan memasarkan kartuHALO maupun simPATI untuk mempermudah masyarakat memperoleh produk Telkomsel karena ada di antara pelanggan di seluruh Indonesia tersebut hanya tahu bahwa untuk mendapatkan kartuHALO dan simPATI harus ke kantor Telkomsel . Mereka belum mengetahui bahwa kartuHALO dan simPATI juga dapat diperoleh di dealer resmi, outlet eksklusif maupun ritel. Dengan kata lain GraPARI hanya sebagai salah satu alternatif kemudahan untuk memperoleh dan menutupi pangsa pasar yang tidak tertampung oleh saluran distribusi Telkomsel lainnya.

Pelanggan yang datang ke GraPARI untuk mendapatkan kartuHALO maupun simPATI bukan hanya pelanggan perseorangan / individual tetapi juga dealer resmi, outlet eksklusif dan juga ritel. Jenis pemesanan yang dilakukan oleh pihak saluran distribusi tentunya berbeda dalam hal prosedur dan pembayaran.

Source : telkomsel.com

Layanan Pelanggan *111# dan *116# Dari Telkomsel

Telkomsel telah membuka jalur baru layanan pelanggan melalui *111# dan *116#. Layanan ini berlaku bagi semua pelanggan Telkomsel dan bebas biaya.

Untuk menggunakan layanan ini, pelanggan dapat menekan *111# untuk pelanggan kartuHALO dan *116# untuk pemegang simPATI dan kartuAS langsung dari handset.

Dengan menggunakan layanan ini, pelanggan dapat menikmati langsung layanan Telkomsel berupa:


1. PIN Self Care
* Tentang PIN Self Care :
Kode akses layanan Self Care. Pelanggan harus masukkan kode aktivasi untuk mendapatkan PIN.
Hub. Call Center 111 (post paid) dan 116 (prepaid) untuk mendapatkan
kode AKTIVASI PIN layanan pelanggan.
* Aktivasi PIN
* Ganti PIN
* Deaktivasi PIN

2. Hot Deal
* Paket iPhone 3G Telkomsel
* Outlet Penjualan

3. Informasi
* Mitra Roaming
* Alamat Kantor Pelayanan (Graphari dan Gerai)
* Contact Center

4. Permintaan :
* PUK
* SLI/IR (khusus kartuAS dan simPATI)
* GPRS & MMS
* 3G
* Telkomsel Flash Non USB Modem
* NSP
* Halo Cek (khusus kartuHALO)

5. Tagihan & Pembayaran (khusus kartuHALO)
* Tagihan Bulan Berjalan
* Tagihan Bulan Ini
* Mitra Pembayaran


Source : telkomsel.com

Telkomsel Pertahankan Kepuasan Pelanggan Satu Dekade

Luar biasa. Bertepatan dengan hari pelanggan nasional, Telkomsel kembali mempertahankan posisi puncak sebagai perusahaan yang memberikan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi dengan meraih 3 penghargaan pada ajang Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009, sekaligus mengukuhkan dua produk Telkomsel, yaitu simPATI (kartu prabayar) dan kartuHALO (kartu paskabayar) sebagai kartu pilihan utama selama 10 tahun berturut-turut.

Keberhasilan mempertahankan prestasi ini membuat Telkomsel berhak memperoleh predikat tertinggi Diamond ICSA 2009. Di samping simPATI dan kartuHALO, Telkomsel juga meraih penghargaan untuk Telkomsel Flash sebagai layanan mobile internet yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi.

Penghargaan ICSA yang diberikan Majalah SWA Sembada dan lembaga riset independen Frontier ini memasuki tahun yang ke-11, sehingga telah menjadi barometer tersediri bagi produk/layanan di Indonesia dalam hal kepuasan pelanggan. Tahun ini survei dilakukan terhadap berbagai kategori yang melibatkan 1.600 responden di 6 besar di Indonesia, yakni Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno (tengah) saat menerima penghargaan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009 dari Pemimpin Redaksi Majalah SWA Kemal Effendi Gani (kanan) dan Chairman Frontier Consulting Group Handi Irawan (3/9). Bertepatan dengan hari pelanggan nasional, Telkomsel memperoleh predikat Diamond ICSA atas prestasinya mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi untuk kedua produknya simPATI (prabayar) dan kartuHALO (paskabayar) sebagai kartu pilihan utama selama 10 tahun berturut-turut (2000-2009).

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, “Pada momen hari pelanggan nasional ini, secara khusus kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang memilih simPATI, kartuHALO, dan Telkomsel Flash sebagai layanan selular yang dianggap relatif mampu memberi kepuasan sesuai ekspektasi mereka. Hal ini seiring dengan upaya Telkomsel dalam menjalankan visinya sebagai operator selular penyedia layanan mobile lifestyle terbaik di Asia Pasifik.”

Kesuksesan meraih predikat Diamond ICSA 2009 membuat Telkomsel semakin mengukuhkan posisinya sebagai service leader pasar selular di Indonesia, di mana saat ini telah dipercaya melayani 78 juta pelanggan atau sekitar 50% pengguna ponsel di Indonesia. Tingginya kepercayaan para pengguna ponsel terhadap layanan Telkomsel dikarenakan produknya relatif dapat memenuhi 5 parameter kebutuhan pokok, yakni: jaringan yang luas, kualitas jaringan yang handal, inovasi produk, pelayanan pelanggan berstandar ISO, dan tarif yang semakin terjangkau dan murah.

Sarwoto menambahkan, “Keterlibatan langsung masyarakat sebagai pemilih menjadikan penghargaan ini sebagai representasi kenyataan di lapangan. Meraih predikat Diamond ICSA selama 10 tahun berturut-turut menggambarkan konsistensi kami dalam upaya memberikan yang terbaik, di mana menghasilkan sesuatu yang secara nyata telah dirasakan kemanfaatannya dibandingkan produk-produk sejenis di pasaran. Bagi kami penghargaan ini tidak hanya sebuah apresiasi tapi juga sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk terus berinovasi menghadirkan nilai tambah bagi kepuasan bagi pelanggan.”

“Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat, Telkomsel sangat berorientasi pada kepuasan pelanggan, yang sama artinya dengan membangun sebuah kepercayaan. Penghargaan ini menggambarkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan Telkomsel. Kepercayaan tersebut harus kami jaga dengan selalu berupaya memberikan yang terbaik, sehingga ke depan Telkomsel tetap menjadi operator pilihan utama masyarakat,” ungkap Sarwoto.

Penghargaan ICSA tahun ini diukur berdasarkan 4 parameter, yaitu: kepuasan terhadap kualitas produk/layanan (QSS), dan kepuasan terhadap harga berdasarkan kualitas yang diterima (VSS), persepsi bahwa salah satu merek dinilai terbaik secara keseluruhan dibanding merek lainnya (PBS), serta customer expectation (ES), yang merupakan parameter yang sangat menentukan kepuasan pelanggan sekaligus memberikan potret yang lebih akurat terhadap hasil penilaian. Telkomsel sendiri memperoleh Total Satisfaction Score (TSS) 4,294 untuk simPATI dan 4,261 untuk kartuHALO, serta 4,038 untuk Telkomsel Flash.

Penghargaan di ajang ICSA 2009 ini melengkapi penghargaan yang telah diterima Telkomsel tahun ini, yakni Forsel Award (Operator GSM Favorit), Top Brand Award (simPATI dan kartuHALO), Call Center Award, Word of Mouth Marketing Award (simPATI dan kartuHALO), Service Quality Award (GraPARI), Indonesia Cellular Award (Best Customer Growth), Selular Award (Best of The Best Service Provider dan Best GSM Operator), dan Platinum Best Brand Award (simPATI dan kartuHALO).


Source: telkomsel.com

Bank Panin Tingkatkan Sistem Perbankan Untuk Layani Nasabah

Bank Panin mengumumkan kemitraannya dengan IBM dan Fiserv untuk menransformasikan sistem perbankan intinya. Upaya ini merupakan salah satu langkah strategis bank nasional itu untuk menyediakan layanan prima yang fokus pada pelanggan.

Dalam kemitraan ini Fiserv akan menyediakan platform perbankan inti (core banking) Signature v9, serta solusi-solusi front end Teller for Signature dan Aperio for Signature untuk penelusuran pinjaman dan pelayanan nasabah dan rekening.

Sementara itu IBM akan menyediakan infrastruktur perangkat keras berupa server-server IBM Power570 berbasis prosesor POWER6 untuk menjalankan aplikasi-aplikasi perbankan inti tersebut di atas.

Direktur Perbankan Ritel Bank Panin Ken Ng mengatakan pembaruan infrastruktur perbankan inti ini akan membantu Bank Panin meningkatkan layanan pelanggannya dan menciptakan produk-produk perbankan yang lebih inovatif.
“Diharapkan sistem perbankan inti yang baru ini akan go-live pada tanggal 1 Juli 2010 mendatang,” ujarnya kemarin.

Solusi Signature v9 yang diaplikasikan pada Bank Panin merupakan solusi berbasis service oriented architecture (SOA) lengkap, bersifat real-time dan terintegrasi yang dapat mendukung beragam fungsi, mulai dari tabungan, deposito berjangka, rekening koran, pinjaman, pemrosesan kredit dan overdraft, hipotek, penagihan, treasury sampai dengan produk-produk kartu.

“Platform perbankan ini sudah terbukti di Indonesia. Sejak tahun 1992 solusi ini telah membantu bank-bank besar maupun yang sedang berkembang di Asia Pasifik memperluas bisnis perbankan ritelnya,” ujar Nick Wilde, Managing Director Asia Pacific, Bank Solutions, Fiserv.

Ken tidak mengungkapkan berapa besar investasi yang dikeluarkan Bank Panin untuk memperbarui sistem perbankan intinya. Namun ia mengatakan bahwa Bank Panin mengalokasikan sekitar US$20 juta untuk penyediaan infrastruktur TI, termasuk untuk komunikasi dan jaringannya.

Sementara itu Presiden Direktur IBM Indonesia Suryo Suwignjo mengatakan bahwa momentum penggantian sistem perbankan inti di kalangan perbankan Tanah Air akan terus berlanjut dalam 1-2 tahun ke depan. Menurutnya, momentum ini didorong oleh maraknya akuisisi dan merjer di kalangan perbankan sehingga tuntutan untuk sistem perbankan intinya makin rumit. “Untuk itu dibutuhkan sistem perbankan inti yang lebih canggih dibandingkan sebelumnya,”ujarnya.

Selain itu, momentum ini juga didorong oleh meningkatnya tuntutan dari nasabah akan kanal-kanal pelayanan baru. Alasan terakhir menurut Suryo adalah penggantian sistem perbankan inti ini juga didorong oleh faktor-faktor alamiah, yakni sistem perbankan inti yang ada sudah ketinggalan zaman alias obsolote.
“Jadi memang sudah saatnya diganti,” imbuhnya.

Suryo menilai pendekatan Bank Panin untuk mengganti sekaligus seluruh sistem perbankan intinya merupakan langkah ambisius, dan tidak semua bank bisa melakukannya.

“Pendekatan bigbang seperti ini memang lebih cepat dan efisien, namun harus dilakukan hati-hati. Bank Panin dan Fiserv sudah bermitra cukup lama. Saya yakin mereka sudah memiliki metodologi yang baik untuk mengimplementasikan solusi perbankan inti dengan cepat,”ujarnya.



Source : ebizzasia.com

Narsistik Asikustik Kompetisi Video Oleh IM3

IM3 mempersembahkan Narsistik Asikustik Kompetisi Video. Sebuah kompetisi video dimana kamu bisa tunjukin seberapa kreatif, gokil, unik, kompak video klip yang kamu bikin. Kamu bisa ngelakuin apa aja di video kamu asalkan jangan berbau SARA dan PORNOGRAFI. Tema video dan lagu yang digunakan dalam video bebas, lagu lokal, internasional, lagu sendiri atau buatan orang lain nggak jadi masalah, asalkan tidak melanggar hak cipta.

Video kamu boleh direkam dari alat rekam video apa pun, seperti web cam, hp, handy cam atau alat rekam video yang lain. Kompetisi ini dimulai tanggal 3 Agustus - 20 September 2009. Kalau video kamu menang, kamu bakalan dapat hadiah-hadiah keren dari IM3. Ada Notebook, HP Online Nexian G911, dan Voucher IM3 senilai 500.000. Nggak cuma itu, ada juga hadiah hiburannya, jadi kalah menang pasti dapat hadiah deh.Durasi video kamu juga jangan lebih dari lima menit ya. Jangan lupa, grup kamu harus terdiri dari tiga sampai lima orang. Selain itu, grup kamu juga harus ikutan IM3 Grup dulu sebelum ikutan kompetisi ini. Untuk persyaratan yang lebih jelas bisa kamu baca pada bagian aturan lomba dan syarat & ketentuan. So, buruan bikin grup kamu dan menangkan hadiah-hadiah kerennya!!!

Hadiahnya :
* Juara 1 memperoleh:
Notebook untuk tiap anggota grup yang menjadi juara 1.
* Juara 2 memperoleh:
HP Online Nexian G911 + voucher IM3 senilai 500.000 untuk tiap anggota grup yang menjadi juara 2.
* Juara 3 memperoleh:
Voucher IM3 senilai 500.000 untuk tiap anggota grup yang menjadi juara 3.
* Hadiah hiburan berupa kaos keren Indosat.

Untuk ikutan IM3 Grup kamu bisa daftar secara online di www.indosat.com/im3grup. Kamu dan teman-teman kamu juga wajib punya nomor IM3 yang masih aktif dan anggota grup kamu harus terdiri dari tiga sampai lima orang, mau cewek semua atau cowok semua atau campur nggak jadi masalah.


Source : im3grup.com

Pentingnya Data Bagi Dunia Marketing

Bayangkan, pemerintah yang memiliki kekuatan dan kemampuan besar untuk menggali data pun seringkali pusing mencari data, apalagi perusahaan swasta yang mengandalkan data dari pemerintah?

Memang, setiap kali membuat perencanaan pemasaran, salah satu hal yang membuat orang pemasaran pusing adalah soal data. Mereka selalu bingung, data semacam apa yang harus mereka cari untuk dijadikan dasar pembuatan perencanaan pemasaran. Kalau pun mereka tahu data apa yang harus mereka cari, pertanyaan berikutnya adalah, dimana mereka harus mencari data tersebut.

Mencari data di Indonesia memang ibarat mencari jarum di tengah jerami. Kalau Anda hanya sendirian mencarinya, tidak akan ketemu. Namun kalau Anda mempergunakan banyak orang untuk mencari, kemungkinan menemukannya pun jauh lebih besar. Jadi, mungkin bukan susah mencarinya tapi biaya untuk mencarinya bisa besar sekali (karena Anda membutuhkan lebih banyak usaha). Itu pun belum tentu menghasilkan data yang 100 persen akurat. Contoh paling sering yang ditanyakan oleh para pemasar adalah bagaimana mencari data market share.

Mengapa tidak mudah bagi para pemasar untuk mencari data market share? Lihat saja, 70 persen channel distribusi (untuk consumer product) mempergunakan channel tradisional seperti toko kelontong, pasar, asongan, dan lain-lain. Channel seperti ini banyak sekali dan titiknya tersebar di mana-mana. Jika Anda ingin melakukan pengumpulan data relatif lebih sulit dan lebih lama dibandingkan di negara maju. Pedagang kecil mana punya data yang canggih? Semua penjualan ditulis ke dalam buku tulis. Bahkan pedagang asongan pun hanya mencatat di selembar kertas bekas bungkus rokok.

Pada negara-negara maju, sebagian besar ritel disana sudah mempergunakan teknologi informasi seperti barcode sehingga kuantitas dan nilai penjualan pun dengan cepat terdokumendasi. Makanya di sana data market share bisa cepat diketahui.

Lucunya, kadang-kadang kita menemukan data yang kita inginkan secara tidak sengaja. Seorang pemasar pernah ingin mencari tahu berapa pertumbuhan industri dari produk yang dijualnya. Berminggu-minggu keluar masuk departemen, namun hasilnya tidak pernah ada.

Akhirnya, jawabannya ditemukan lewat sebuah koran yang sudah mau dibuang. Di dalam koran tersebut ada pernyataan dari Dirjen Pajak yang mengeluarkan statement bahwa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sektor industrinya bertumbuh tahun lalu sebesar 7 persen. Artinya, kalau diasumsikan industri dimana dia memasarkan produknya kira-kira bertumbuh 7 persen. Lumayan juga untuk memperkuat perencanaan, sekalipun menemukannya di tong sampah!

Dalam dunia marketing research ada dua jenis penggalian data. Pertama adalah data yang digali lewat sumber-sumber yang bersifat primer. Contohnya adalah data dari konsumen langsung. Kedua adalah data yang digali dari sumber yang bersifat sekunder. Artinya, data diperoleh dari pihak lain yang telah melakukan penggalian data. Contohnya adalah melalui departemen, BPS, Bank Indonesia, dan lain-lain.

Menggali data lewat sumber primer relatif memang jauh lebih mahal. Anda harus mempergunakan tim pencari data yang cukup besar. Sebaliknya, untuk menggali data sekunder, Anda hanya membutuhkan sedikit orang yang ke luar masuk institusi untuk meminta data. Hanya saja di Indonesia, kredibilitas data sekunder seringkali menjadi pertanyaan.

Hal yang sering menjadi masalah dalam penggalian data adalah kejujuran dari subyek data. Banyak perusahaan yang sering low profile ketika berhubungan dengan pihak pajak, namun menjadi high profile ketika berbicara untuk urusan publikasi. Artinya, penjualan di laporan pajak dikecil-kecilin, namun kalau diwawancara angkanya dibesar-besarkan. Dalam kasus BLT pun, banyak orang yang mengaku-aku termasuk golongan miskin ketika ditanya. Makanya bantuan akhirnya bisa salah sasaran.

Di sisi lain, masih banyak pelaku bisnis yang kurang menghargai data. Melihat kasus sang pemasar itu, berapa sih sebenarnya nilai data tersebut? Kalau dilihat cara dia menemukan data tersebut di tong sampah, data tersebut barangkali tidak akan dinilai tinggi. Contoh lain, banyak pelaku bisnis melihat ukuran data dari tebalnya laporan data. Semakin tebal semakin mahal. Tapi kalau cuma selembar, apalagi cuma satu angka berarti semakin murah. Tapi cobalah melihat proses yang harus dijalani selama berhari-hari untuk mencari satu angka tersebut, barangkali si pemasar rela mengeluarkan satu juta rupiah ketimbang opportunity lost yang terjadi gara-gara mencari data.

Dengan berbagai masalah ini, pada akhirnya orang-orang pemasaran lebih sering mempergunakan banyak asumsi data ketika melakukan perencanaan. Bahkan yang lebih ekstrim, ada yang tidak percaya data sama sekali dan mengandalkan pada insting. Bagaimanapun, insting kadangkala memang benar sekalipun tidak selalu benar. Adanya data sebenarnya lebih bertujuan untuk memperkuat keyakinan dibandingkan menjadi alasan untuk menjalankan strategi. Tapi kalau kebanyakan asumsi, ya lebih baik mempergunakan strategi yang bersifat tembak langsung. Dalam kasus BLT akhirnya bukan Bantuan Langsung Tunai tapi BTL (Bantuan Tembak Langsung!).



Oleh : PJ Rahmat Susanta
Source : detikpublishing.com

Dell Indonesia Tingkatkan Layanan Teknis Pada Pelanggan

Layanan pada pelanggan sudah menjadi urat nadi keberhasilan perusahaan, hal ini disadari oelh Dell Indonesia yang mengumumkan peningkatan layanan Dell ProSupport dengan penyediaan layanan telepon 24 jam. Kini para pelanggan Dell dapat secara langsung memesan dan menyesuaikan layanan dengan kemampuan teknis yang dimiliki secara lebih mudah dan cepat.

“Para pelanggan dan mitra kami meminta Dell melakukan terobosan dukungan cepat ‘one size fits all’ untuk membantunya dalam menyesuaikan dengan kebutuhan yang semakin beragam, global, dan pengoperasian mission critical TI,” jelas Pieter Lydian, Director and Country Manager Dell Indonesia dalam keterangan tertulisnya kemarin (27/8).

Dell ProSupport menghadirkan kemampuan dan fitur-fitur baru yang sangat penting yang mempermudah pelanggan untuk mendapatkan paket dukungan yang sesuai pada saat yang tepat dan terpercaya.

Penawaran Dell ProSuport meliputi ProSupport for IT dan ProSupport for End-Users. ProSupport for IT meliputi dukungan 24 jam/7hari seminggu seperti Fast Track Dispatch, layanan solusi cepat untuk para professional yang memiliki sertifikat TI dengan pengiriman secara cepat komponen-komponen dan para teknisi Dell ke lokasi untuk organisasi yang tidak memiliki bagian /divisi TI, seperti usaha kecil dan menengah

Sementara itu, dukungan ProSupport for End-Users merupakan dukungan untuk aplikasi-aplikasi yang umum digunakan para end-user, seperti Microsoft Windows Small Business Server, Intuit QuickBooks dan konfigurasi akses nirkabel.
Dell ProSupport juga memiliki pilihan-pilihan modular yang disesuaikan dengan tantangan operasional TI sehari-hari, seperti pilihan untuk mission critical data center, tim pemasaran yang mobile/remote, dan lingkungan virtualisasi. Dell mengklaim layanan dukungan teknis ini dapat meminimalkan kesalahan-kesalahan teknis hingga 37 persen dan critical downtime sampai 48 persen.

Layanan dukungan ini kini dapat diakses secara mudah oleh para pelanggan di Indonesia melalui layanan telepon 24 jam. Pelanggan Dell yang belum mendaftarkan diri sebagai pelanggan Dell ProSupport dapat menghubungi 001-803-60-1926 (Indosat) atau 007-803-601-5229 (Telkom). Sementara bagi pelanggan yang juga telah menjadi pelanggan Dell ProSupport, Dell Indonesia menyediakan nomor khusus di 021-500858.

Dell ProSupport saat ini telah menjangkau di 10 kota besar di Indonesia meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Batam, Medan, Pekan Baru, Balikpapan dan Makassar.


Expand Your Info Marketing With New Technology

Things are going on right now in information marketing that you need to know about. You can’t see them. You can’t touch them. But they could help you make money online, and the only thing you need to do is tune in to what’s going on.

Specifically, I am talking about expanding your information marketing business with audio, video and tele-seminars. For example, earlier today, I conducted a tele-seminar with a few dozen participants. I’ll have another one going on tomorrow night. I could pretty much do one every day, if I wanted to, but I like to go out and party now and then, too.

Let me show you just how easy it is to set up a tele-seminar. You can hop on the Internet right now and go over to a site called GoToWebinar.com. They offer an online event service for a flat fee of just $99 a month. You can even try it out for free and make sure that it’s all they say it is.

Each tele-seminar, or "webinar" if you prefer the latest buzz word, can hold up to a thousand participants. That’s like filling a huge auditorium. You can set up, deliver and monitor your events from any location. And you can use the service as much as you want—even 24 hours a day, if you like.

It wasn’t so long ago that a service like this was unthinkable. And even if it had been available, it would have cost you a couple of healthy limbs.

I talked to Jay Abraham a while back. He’s kind of like the godfather of modern marketing. Anyway, he was telling me about the 1980’s, when the first bridge lines came out. I don’t remember the exact numbers, but he was saying a single bridge line back then could hold only about 50 people. It cost him somewhere in the vicinity of $30,000 a month, or maybe more!

Now, for $99 you can get 1,000 participants attending at once. Your access is unlimited, day and night. It’s just unbelievable how much technology is changing the face of information marketing. But it gets even better.

Right now, I can get a bridge line for free. That’s right. I don’t have to pay a cent. I can go over to FreeConferenceCall.com and get a bridge line that will hold up to a hundred people for nothing.

And it gets even better than that. The hosts will record the session for me in an audio format I can download afterwards—for free! If I want, I can transcribe it and turn it into a book, or an e-zine, or articles, or give it away as free-line content. I pay not a penny to develop new information products. How do you beat that?

So, the bottom line is that technology is evolving right under our noses. Some of us will pay attention, take advantage, and reap the benefits through information marketing. Others will completely miss the opportunity to make money online.

I sure know which side of the advancing technology frontier I want to be on. Don’t you?


Source: Neil Asher

Bauran Komunikasi Pemasaran (Bauran Promosi)

Setiap perusahaan mengadakan komunikasi pemasaran untuk membantu dan mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak yang terkait dalam komunikasi pemasaran untuk berbuat lebih baik. Menurut Kotler bauran komunikasi pemasaran (disebut juga bauran promosi) terdiri dari lima cara komunikasi utama yaitu :

Periklanan: Semua bentuk presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.

Promosi penjualan : Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau membeli suatu produk atau jasa.

Hubungan masyarakat dan publisitas : Berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan dan /atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya.

Penjualan secara pribadi: Interaksi langsung antara satu atau lebih calon pembeli untuk melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan.

Pemasaran langsung : Penggunaan surat, telepon dan alat penghubung nonpersonal lainnya untuk berkomunikasi dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon pelanggan.


Sumber-sumber Harapan Konsumen

Setiap konsumen pasti mempunyai harapan dalam membuat suatu keputusan pembelian. Harapan inilah yang mempunyai peran besar sebagai standar perbandingan dalam mengevaluasi kualitas maupun kepuasan konsumen. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya, namun Valerie A. Zeithaml and Mary Jo Bitner mengelompokkan faktor-faktor tesebut sebagai berikut:

1. Word Of Mouth Word of mouth merupakan pernyataan (secar personal atau non personal) yang disampaikan oleh orang lain selain organisasi (service provider) kepada pelanggan. Word of mouth ini biasanya cepat diterima oleh pelanggan karena yang menyampaikannya adalah mereka yang dapat dipercayai, seperti pakar, teman, keluarga, publikasi media massa. Disamping itu word of mouth inijua cepat diterima sebagai referensi karena pelanggan jasa biasanya sulit mengevaluasi jasa yang belum dibelinya atau belum dirasakannya sendiri.

2. Personal Need Kebutuhan yang dirasakan seseorang mendasar bagi kesejahteraannya juga sangat menentukan harapannya. Kebutuhan tersebut meliputi kebutuhan fisik, sosial, dan psikologis.

3. Past Experience (Pengalaman masa lalu) Pengalaman masa lalu meliputi hal-hal yang telah dipelajari atau diketahui pelanggan dari yang pernah diterimanya pada masa sebelumnya. Harapan pelanggan ini dari waktu ke waktu berkembang, seiring dengan semakin banyaknya informasi (non experimental information) yang diterima pelanggan serta semakin bertambahnya pengalaman pelanggan.

4. External Communication (Komunikasi eksternal) Faktor ini merupakan pernyataan langsung atau tidak langsung oleh perusahaan tentang jasanya kepada pelanggan.
Faktor ini akan memegang peranan penting dalam membentuk harapan pelanggan terhadap perusahaan. Harapan ini dapat terbentuk dari iklan-iklan media, personal selling, perjanjian atau komunikasi dengan karyawan organisasi tersebut.


Kepercayaan Konsumen Pada "Word-of-Mouth"

Artikel marketing kali ini menyajikan sebuah hasil penelitian yang diadakan oleh salah satu University di US dan AMA. Secara persis sebagai berikut :
In a poll of chief marketing officers from the Duke University Fuqua School of Business and the American Marketing Association (AMA), the top overall customer priority named was service excellence, followed by building a trusting relationship.
Customer Priorities in the Next 12 Months According to US Marketers, February 2009 (% of respondents)
Unfortunately, building trust can be difficult.
A 2007 Myers Publishing study found only 17% of people trusted advertisers. And things got worse in 2008, when respondents to a Gallup poll said that only 10% of ad practitioners were trustworthy.
Not surprisingly, a 2007 survey from Bridge Ratings found that the most trusted source among US consumers was their own friends, family and acquaintances. In 2009, a TNS poll indicated that the number one trusted source across all media was “recommendations by friends.”
Therefore, it is essential for businesses to find evangelists for their brands who spread the gospel on their own.
According to BIGresearch, however, word-of-mouth recommendations have different effects depending on the type of purchase.
Over one-half of consumers believed that word-of-mouth influenced the restaurants they went to. Fewer were influenced on electronics purchases (44%) and groceries (41%), and slightly more than one-third felt word-of-mouth had some impact on home improvement and apparel purchases.
US Consumers Who Believe Word-of-Mouth Influences Their Purchases, by Category and Race/Ethnicity, October 2008 (% of respondents in each group)
The effectiveness of word-of-mouth also depended on ethnicity. Whites were the most easily swayed by friend recommendations, followed by African-Americans, Asians and Hispanics.
Leveraging word-of-mouth marketing initiatives might matter more to some retailers and product sellers than to others—but whether to a greater or lesser extent, word-of-mouth matters, always. Trust me on that. 
Sumber : emarketer

Pengaruh Situasional Dalam Keputusan Pembelian Konsumen

Pengaruh situasional yang dialami konsumen dalam melakukan pembelian yang datang secara tiba-tiba karena timbulnya dipengaruhi berbegai aspek yang ada di sekitarnya. Beberapa aspek tersebut dikemukakan oleh salah seorang pakar marketing Russel W. Belk yaitu:
  • Physical surrounding yaitu aspek-aspek lingkungan fisik dan ruang yang nyata yang mencakup aktivits konsumen. 
  • Stimuli seperti warna, suara, cahaya, cuaca, dan pengaturan ruang dari orang dan objek lain mempengaruhi perilaku konsumen. 
  • Pengaturan lingkungan fisik penting dalam upaya untuk membangun citra, memberikan kemudahan serta kenyamanan terutama dalam berbelanja. 
  • Pengaruh lainnya adalah lokasi toko, layout toko dan atmosfir toko. 
Lokasi toko dimana toko itu dibangun akan mempengaruhi minat konsumen untuk mengunjungi toko tersebut. Sementara tata letak rak pajangan dalam toko akan mempengaruhi perilaku pengunjung dalam berbelanja. Atmosfir toko ikut pula mempengaruhi karena pengaturan udara (AC), tata ruang toko, penggunaan warna cat, penggunaan jenis karpet, warna karpet, bahan-bahan rak untuk menempatkan produk turut pula membentuk kesan toko dalam benak konsumen.
Pembelian yang akan dilakukan konsumen tidak akan pernah terjadi kalau kebutuhan atau motif yang mendasari pembelian tersebut tidak diaktifkan. Untuk itu upaya yang dilakukan pemasar adalah menempatkan produk atau jasa pada posisi yang menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Pentingnya produk dan besarnya minat terhadap produk dalam situasi tertentu turut pula mempengaruhi konsumen untuk memutuskan pembeliannya. 

Last Update Artikel Marketing:

Blog Link: