7 Psychological Triggers To Target


Consumer's behavior is often consistent with their previous decisions. Therefore, if a customer says "yes" to an offer, make another offer that relates to the first.

  1. Determine the nature of the product so you can relate it to your prospect. Find which characteristics of your product have caught the prospect's interest.
  2. If your product has a flaw, don't avoid it. Bring the flaw into the open right away. This will make the negative feature less negative. Then concentrate on the benefits.
  3. Tell prospects a story concerning the product you are selling; this establishes a relationship while focusing their attention.
  4. Make them feel special. Offer an exclusive product to make your prospective customer feel like they will be the owner of something only a select few can have.
  5. Simplicity is key. The easier it is for a potential customer to make a choice, the more likely they are going to make it.
  6. Live up to your promises. Be as specific as you can in your copy. Be an authority on your product; this will further establish you as a credible source.
  7. Get customers actively involved in the buying process. Talk to them as if they already owned the product.

Following Up On Customers


What is the biggest mistake made in marketing? This mistake is made by 99% of the companies marketing products or services… The biggest mistake in marketing - and not just direct marketing, but any marketing - is made by people who spend a lot of time, energy, and money on an ad or an inquiry-generation program.


When they receive the highly qualified lead it brings in, they send a brochure and a letter. At best, they call about a week later. When a sale is not immediate, they hang up, and they never call back or send another letter. They assume their campaign failed.


What a mistake. A single letter and brochure is not a campaign. A campaign is not a single effort of anything - why do you think they call it a campaign? A campaign is a sustained effort over time…. The biggest mistake made in marketing is not contacting a well-qualified buyer, who has expressed an interest in your product or service after the first mailing, a second time with harder-hitting additional marketing material or letters.




Source : Jeffrey Dobkin



Slogan Baru Sony 'Make Believe' Untuk Komunikasi Pemasaran Dengan Konsumen




Sony Ericsson membuat penyegaran, karena mulai Kamis (8/10) ini, Sony Ericsson menggunakan slogan baru Sony 'make.believe' pada seluruh komunikasinya dengan konsumen sehingga memperkokoh kualitas hiburan dan kolaborasinya dengan Sony Group. Hal tersebut merupakan langkah Sony Ericsson ke babak selanjutnya dalam transformasi bisnis yang sedang dijalankannya untuk memposisikan sebagai merek Communication Entertainment nomor satu.

Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia menyatakan menyatukan komunikasi dan hiburan berada di pusat dari persembahan Sony Ericsson sejak awal. Menurutnya, pesan 'make.believe' menyelaraskan Sony Ericsson dengan perusahaan Sony Group lainnya, serta menunjukkan persatuan antara komunikasi dan hiburan.

"Transformasi bisnis yang sedang kami jalankan menciptakan landasan untuk Sony Ericsson yang baru. Penyelarasan merek kami adalah bagian yang penting dari strategi ini. Bersama dengan budaya baru yang terbuka, ini menandakan perubahan dalam cara kami merencanakan dan membangun proposisi Sony Ericsson, juga mengundang konsumen untuk berhubungan dengan kami melalui platform digital dan social media," lanjut Djunadi.

Secara visual, Sony Ericsson akan memperluas daya tarik logo 'liquid identity' yang digunakannya dengan menambahkan tujuh variasi warna baru serta 'liquid energy' yang mengalir dari logo guna membuatnya lebih dinamis dan menarik dilihat dalam arena digital. Sony Ericsson juga berkeinginan untuk mengadopsi sikap yang lebih terbuka dan kritis, dengan mengajak partisipasi konsumen yang lebih besar dengan Sony Ericsson melalui fokus yang lebih kuat pada saluran digital dan media sosial yang interaktif.



Faktor-faktor Pembentuk Citra Perusahaan (Corporate Image)


Konsumen menilai cita perusahaan tidak hanya berdasarkan kualitas fungsional saja, tetapi juga didasarkan pada atribut psikologis yang dicerminkan oleh perusahaan tersebut. Nguyen dan Leblanc menjelaskan bahwa terdapat dua komponen dasar citra perusahaan, yaitu fungsional dan emosional, dimana komponen fungsional berkaitan dengan atribut yang dapat diukur dengan mudah, sedangkan komponen emosional berkaitan dengan dimensi psycological, yaitu perasaan dan sikap konsumen terhadap perusahaan, yang didasarkan pada pengalaman konsumen saat berinteraksi dengan perusahaan dan atribut informasi yang menggambarkan citra perusahaan tersebut. Dengan kata lain, citra dibentuk berdasarkan pengalaman yang dialami konsumen terhadap produk atau jasa perusahaan, yang nantinya dapat dijadikan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

Pengalaman yang baik dari konsumen atas penggunaan produk yang dihasilkan perusahaan akan menghasilkan persepsi yang baik terhadap citra perusahaan tersebut, dan pada saat itulah akan terbentuk apa yang disebut citra korporasi atau citra perusahaan. Normann dalam Kandampully menyatakan bahwa faktor-faktor pembentuk citra perusahaan adalah :
  • advertising,
  • public relation,
  • physical image,
  • word of mouth,
  • pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.

Diantara hal tersebut, yang dianggap paling penting adalah pengalaman nyata konsumen dalam menggunakan barang atau jasa.


Beberapa Manfaat Membangun Citra Perusahaan (Corporate Image)



Citra perusahaan dipandang sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas pemasaran. Oleh karena itu sangat layak kalau citra dipandang sebagai salah satu aset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan atau organisasi.

Menurut Zinkhan ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya perusahaan membangun dan mengelola citra perusahaan yaitu :
  1. dapat merangsang penjualan
  2. dapat membangun nama baik perusahaan
  3. membangun identitas bagi karyawannya
  4. mempengaruhi investor dan lembaga-lembaga keuangan
  5. memajukan hubungan baik dengan suatu komunitas, dengan pemerintah, dengan tokoh masyarakat dan dengan para opinion leaders
  6. mendapatkan posisi dalam persaingan.


Survey Online Perilaku Pembelian Konsumen Berhadiah 3 Juta - Hanya Sampai 15 Oktober 2009


Sebuah survey online tentang perilaku pembelian konsumen terhadap pembelian Smart Phone menyediakan hadiah 3 juta.

Jika Anda melengkapi survey tersebut, Anda akan memiliki kesempatan untuk memenangkan total hadiah Rp. 3.000.000,- untuk 3 orang pemenang, masing - masing pemenang memperoleh Rp. 1.000.000,-

Ikutan aja nggak sampai 5 menit. Buruan pesertanya terbatas dan waktunya pendek.
Pengen Ikut Klik Disini

Kunjungi terus blog artikel marketing ini karena akan menyajikan yang bermanfaat untuk Anda.

Salam sukses

Mengungkap Citra Perusahaan (Corporate Image) Lebih Dalam


Seperti yang telah disampaikan pada artikel marketing sebelumnya mengenai beberapa pengertian citra perusahaan (corporate image), maka kali ini akan disampaikan beberapa penjelasan yang diharapkan dapat melengkapi pemahaman citra perusahaan (corporate image).

Pendapat Nguyen dan Leblanc sebelumnya yaitu :
“Corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization. It is related to business name, architecture, variety of product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality commuicated by each employee interacting with the organization’s clients“.

Artiya citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk dibenak masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.

Hal ini mengindikasikan bahwa citra perusahaan tidak hanya menunjukkan kesan-kesan atribut individual, namun lebih kepada keseluruhan peran dan fungsi dari perusahaan. Dengan kata lain, citra perusahaan dapat dipersepsikan sebagai gambaran mental secara selektif. Karena keseluruhan kesan tentang karakteristik suatu perusahaan-lah yang nantinya akan membentuk citra perusahaan dibenak masyarakat.

Dalam perusahaan terdapat berbagai informasi dan kesimpulan mengenai perusahaan. Setiap perusahaan dapat memiliki lebih dari satu citra tergantung dari kondisi interaksi yang dilakukan perusahaan dengan kelompok-kelompok yang berbeda, seperti: nasabah, karyawan, pemegang saham, supplier dimana setiap kelompok tersebut mempunyai pengalaman dan hubungan yang berbeda dengan perusahaan.

Dengan kata lain, citra perusahaan dihasilkan dari penilaian sekelompok konsumen, sehingga citra perusahaan merupakan nilai dari suatu perusahaan dari hasil evaluasi kelompok. Karena itu, citra yang dimiliki perusahaan dapat berperingkat positif atau negatif.

Seringkali ada kecenderungan stakeholders jarang melakukan interaksi dengan perusahaan, sehingga mengurangi kapasitas mereka untuk mendapatkan informasi yang kongkrit tentang perusahaan. Hal inilah yang kadang menimbulkan kekeliruan persepsi stakeholders terhadap pencitraan suatu perusahaan. Untuk itu, perusahaan perlu mengkomunikasikan secara jelas tentang perusahaan yang diharapkan, sehingga dapat mengarahkan masyarakat dalam mencitrakan perusahaan secara positif. Lebih lanjut, citra merupakan hasil dari penilaian atas sejumlah atribut, tetapi citra bukanlah penilaian itu sendiri, karena citra adalah kesan konsumen yang paling menonjol dari perusahaan, yang dievaluasi dan dipertimbangkan oleh konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.


Untuk melengkapi literatur mengenai citra perusahaan (corporate image) tersedia juga jurnal dengan judul, "The Effect of Corporate Image in the Formation of Customer Loyalty" yang dapat di download pada sidebar blog ini.  

Source: dari berbagai literatur

Beberapa Pengertian Citra Perusahaan (Corporate Image)


Setiap perusahaan mempunyai citra yang disadari atau tidak telah melekat pada perusahaan tersebut. Tidak sedikit barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan begitu kuat citranya di benak konsumennya. Artikel maketing kali ini akan menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan citra perusahaan atau corporate image.

Kotler menjelaskan bahwa “corporate image is the consumer’s response to the total offering and is defined as a sum the belief, ideas, and impressions that a public has an organization.“

Artinya citra perusahaan adalah respon konsumen pada keseluruhan penawaran yang diberikan perusahaan dan didefinisikan sebagai sejumlah kepercayaan, ide-ide, dan kesan masyarakat pada suatu organisasi.

Sedangkan Nguyen dan Leblanc mengungkapkan bahwa citra perusahaan sebagai :
“Corporate image is described as overall impression made on the minds of the public about organization. It is related to business name, architecture, variety of product/services, tradition, ideology, an to the impression of quality commuicated by each employee interacting with the organization’s clients“.

Artiya citra perusahaan merupakan keseluruhan kesan yang terbentuk dibenak masyarakat tentang perusahaan. Dimana citra tersebut berhubungan dengan nama bisnis, arsitektur, variasi dari produk, tradisi, ideologi dan kesan pada kualitas komunikasi yang dilakukan oleh setiap karyawan yang berinteraksi dengan klien organisasi.

Dowling menyatakan bahwa, “corporate image is a set of beliefs and feeling about an organizations“. Dapat diartikan bahwa citra perusahaan merupakan sekumpulan kepercayaan dan perasaan tentang suatu organisasi.

Citra dapat dikatakan sebagai persepsi masyarakat dari adanya pengalaman, kepercayaan, perasaan, dan pengetahuan masyarakat itu sendiri terhadap perusahaan, sehingga aspek fasilitas yang dimiliki perusahaan, dan layanan yang disampaikan karyawan kepada konsumen dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap citra.

Dengan demikian citra merupakan salah satu aset terpenting dari perusahaan atau organisasi yang selayaknya terus menerus dibangun dan dipelihara. Citra yang baik merupakan perangkat kuat, bukan hanya untuk menarik konsumen dalam memilih produk atau perusahaan, melainkan juga dapat memperbaiki sikap dan kepuasan pelanggan terhadap perusahaan.

Citra perusahaan tidak bisa direkayasa, artinya citra tidak datang dengan sendirinya melainkan dibentuk oleh masyarakat, dari upaya komunikasi dan keterbukaan perusahaan dalam usaha membangun citra positif yang diharapkan. Upaya membangun citra tidak bisa dilakukan secara serampangan pada saat tertentu saja, tetapi merupakan suatu proses yang panjang. Karena citra merupakan semua persepsi atas objek yang dibentuk oleh konsumen dengan cara memproses informasi dari berbagai sumber sepanjang waktu.


Ikuti terus blog artikel marketing ini karena seluk beluk citra perusahaan (corporate image) ini akan diungkap lebih dalam pada beberapa tulisan selanjutnya.
Salam sukses. Semoga bermanfaat.

Source : dari berbagai literatur

Last Update Artikel Marketing: